ISRAEL ANCAM USIR 1.000 WARGA PALESTINA DARI LEMBAH JORDAN

      Lembah Jordan, 19 Shafar 1434/1 Januari 2013 (IMEMC/WAFA/MINA) – Militer Israel mengancam lebih dari 1.000 warga Palestina yang tinggal di Lembah Jordan, Palestina yang berbatasan dengan Jordania, untuk meninggalkan rumah mereka dalam waktu 48 jam untuk latihan militer di daerah itu, kata Aref Daragmeh Kepala Dewan Desa setempat, Senin.

      Daragmeh mengatakan Israel mendesak warga Palestina yang tinggal di kawasan Lembah Jordan seperti desa Wadi Al-Maleh, Ein Hilwa, Wadi Al-Faw dan Al-Burj untuk meninggalkan rumah tinggal mereka paling lambat Rabu (2/1), karena daerah itu akan diguakan untuk latihan militer Israel.
      “Warga terancam tidak punya tempat tinggal, apalagi pada musim dingin ini,” ujar Daragmeh.
      Menurutnya, ancaman seperti ini bukan pertama kalinya diterima warga Palestina, terutama ditujukan kepada kalangan anak-anak, perempuan dan orang tua, yang dipaksa meninggalkan rumah mereka.
      Militer Israel sengaja melakukan latihan menggunakan peluru tajam di wilayah pendudukan Palestina sebagai bagian dari rencana pemaksaan penduduk setempat untuk meninggalkan rumah tinggal mereka dan tanah milik warga Palestina untuk pindah di tempat lain, ujar Daragmeh.
      Israel bermaksud mengosongkan Lembah Jordan dengan tujuan untuk mengambil alih dan akhirnya akan menjadi milik Israel.
      Lembah Jordan terletak di bagian timur Tepi Barat, Palestina. Warga setempat terus-menerus mengalami tekanan dari militer Israel sejak tahun 2007. Israel dikabarkan sering menyerang para pengembala dan memburu ternak mereka dengan dalih mengamankan sumber mata air di daerah tersebut. Lembah Yordan merupakan wilayah terbesar yang diduduki oleh Israel pada Juni 1967. Setelah Israel dan Palestina menandatangani Kesepakatan Perdamaian Oslo pada 1993, Tepi Barat dibagi menjadi Daerah A, B dan C. Lembah Yordan berada di Daerah C, yang berada di bawah kekuasaan Israel.(T/R-012/R-009/R-008/R-005).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply