ISRAEL LARANG WARGA ASING MASUK YERUSALEM

    Tel Aviv, 23 Shafar 1434/5 Desember 2013 (MINA) – Pemerintah Israel telah membatasi kebebasan warga negara asing yang tinggal di Tepi Barat dan melarang mereka memasuki kota Yerusalem dan Israel.

    Israel tidak mengumumkan perubahan kebijakan resmi, perubahan itu diketahui ketika beberapa orang asing memperbaharui visa turis mereka yang hanya di cap oleh Israel. “Pembatasan ini tidak berlaku bagi warga negara asing untuk tinggal di Israel atau di pemukiman Yahudi di Tepi Barat,” kata pihak berwenang, seperti diberitakan oleh Middle East Monitor (MEMO).
    Para konsulat di Amerika menyatakan ketidakpuasannya dengan pembatasan itu, karena mereka melanggar perjanjian sebelumnya yang bertujuan untuk mengangkat pembatasan serupa yang dikenakan oleh Kementrian Dalam Negeri Israel pada musim panas 2009 lalu.
    Jay Inbar, Koordinator Kegiatan Pemerintahan Israel, mengatakan, “Tidak ada perubahan yang signifikan antara kebijakan yang lama dan baru, pembatasan dan pemberian izin masih sama, perubahan ini tidak baru tapi diperkenalkan sejak enam bulan yang lalu, hanya karena capnya telah di ubah.
    Menurut Kementrian Dalam Negeri Palestina di Ramallah pembatasan mulai berlaku pada November.  Israel menolak untuk memberikan visa kerja dan membatasi mereka masuk dengan visa turis saja.
    Pemerintah Israel memang tengah fokus pada jumlah imigrasi yang semakin tidak terkontrol. Kondisi ini menurut mereka dapat menggerus identitas asli Israel sebagai negara Yahudi. Komunitas Arab di Israel saat ini sudah mencapai jumlah 1,4 juta jiwa, atau 20 persen dari total populasi Israel.
    Menurut catatan, Yerusalem atau Al-Quds adalah kota di Timur Tengah yang merupakan kota suci bagi agama Yahudi, Kristen dan Islam. Kota ini diklaim sebagai ibukota Israel, meskipun tidak diakui secara internasional, maupun bagian dari Palestina. Secara de facto kota ini dikuasai oleh Israel. Para elit Israel menganggap kota suci ini adalah bagian dari negaranya dan itu adalah bentuk ideologi Zionisme.
    Dari semua negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, hanya Kosta Rika dan El Salvador saja yang menempatkan kedutaan mereka di Yerusalem. Lainnya di Tel Aviv, karena menurut PBB, Yerusalem akan dijadikan Kota Internasional.
    Bagi warga Palestina, Yerusalem juga dianggap sebagai ibu kota Palestina. Yerusalem adalah kota bersejarah, dimana ia merupakan sebuah warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1981. Kota ini memiliki penduduk sebesar 724.000 jiwa dan luas 123 km2.(T/R-017/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply