ISRAEL RATAKAN KOMPLEKS PEMAKAMAN ISLAM MA’MAN ALLAH

        Al-Quds (Yerusalem), 11 Rabiul Awal 1434/22 Januari 2013 (MINA) – Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Warisan (The Al-Aqsa Foundation for Waqf and Heritage) melaporkan, buldoser Israel berusaha menghancurkan kuburan dan meratakan sebagian besar wilayah dari pemakaman Islam bersejarah Ma’man Allah (Mamanullah) yang berada di Al-Quds (Yerusalem).

       Usaha Israel untuk menghapus  makam berusia ribuan tahun itu sebagai bagian dari rencana untuk membangun museum holocaust bernama “Museum Toleransi/Museum Of Tolerance “.

      “Buldoser Israel menggali tanah sedalam 15 meter (49,21 kaki) dalam persiapan untuk pembangunan museum, sebuah kedai kopi serta sebuah gudang pada wilayah seluas 25 dunam (6,17 hektar/ 24.969 m2)” kata Kepala Yayasan Al-Aqsha, Insinyur Zakki Ighbariyya seperti dikutip International Middle East Media Center (IMEMC) dan diterima Mi’raj News Agency, Selasa malam (22/1).

       Dalam siaran persnya, Yayasan Al-Aqsha melaporkan, pembangunan tersebut sedang dilakukan oleh pemerintah Israel bekerjasama dengan organisasi Yahudi yang berpusat di Amerika, Simon Wiesenthal Center.

       Beberapa perusahaan Israel juga terlibat dalam pekerjaan yang mencakup pembangunan sebuah kedai kopi di bagian lain dari pemakaman.

       Bagian pemakaman lainnya sedang digunakan sebagai gudang untuk menyimpan bahan dan alat-alat bangunan.

      “Sebagian besar kuburan dan batu nisan sudah hancur dan rata,” kata Ighbariyya.

        Sebagai kepala Yayasan Al-Aqsha, Insinyur Zakki Ighbariyya menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera bertindak dan menghentikan setiap pelanggaran yang dilakukan Israel.

       “Terutama karena Israel menghancurkan tempat bersejarah Islam dalam rangka membangun Museum Toleransi,” tegas Ighbariyya.

         Beberapa tokoh Islam, ulama, pejabat dan warga Muslim yang pernah tinggal di wilayah Al-Quds telah dimakamkan di kuburan Mamanullah sejak 1400 tahun yang lalu. Bahkan, di makam Ma’man Allah juga dikubur ribuan prajurit Shalahuddin Al Ayyubi.

       Yayasan Al-Aqsha mengatakan, penghancuran kuburan bersejarah oleh Israel itu merupakan bagian dari pelanggaran yang sangat serius, dan kejahatan terhadap sejarah serta warisan Islam di tanah Palestina.

        Pelanggaran terhadap pemakaman Ma’man Allah dimulai setelah Israel didirikan secara sepihak di tanah Palestina pada tahun 1948. Hingga saat ini, lokasi makam Ma’man Allah itu telah dikuasai oleh Israel.

        Dalam catatan Yayasan Al-Aqsha, Israel telah menghancurkan sebagian besar kuburan bersejarah.

        Kuburan-kuburan  telah diganti dengan kedai kopi, Taman publik, perguruan tinggi agama Yahudi dan beberapa fasilitas lainnya. Israel juga telah memasang pipa limbah, sistem listrik dan air, serta jalan khusus di dalam wilayah pemakaman itu.

        Pada 25 Juni 2012, buldoser Israel telah menghancurkan beberapa kuburan di dalam pemakaman sebagai bagian dari rencana Israel untuk membangun Museum.

         Pada 13 Juli 2012, wartawan Agence France Presse (AFP) melaporkan Israel telah menyetujui pembangunan di atas tempat pemakaman Muslim.

        Rencana tersebut menjadi subyek pertempuran hukum yang panjang yang dibawa oleh warga Palestina, sebagian di antaranya telah dimakamkan keluarga di tempat yang diusulkan.

        Pada waktu yang sama, Kementerian Dalam Negeri Israel telah memberikan lampu hijau untuk pembangunan “Museum Toleransi”.

        Pada tahun 2008, Jalan khusus untuk memulai pembangunan Museum telah dibuat menyusul keputusan pengadilan Israel dengan mengklaim tempat itu dinyatakan “bukan tanah pemakaman”. (T/R-022/R-006)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply