JAKARTA DARURAT BANJIR, WARGA DIMINTA SABAR

 

     Jakarta, 6 Rabiul Awwal 1434/18 Januari 2013. (MINA) – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan Jakarta dalam keadaan darurat akibat banjir hampir di seluruh Jakarta.
     Dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency), BNPB melaporkan, banjir menggenangi sekitar 44 kelurahan yang tersebar di 25 kecamatan di Jakarta.
     “Jalan-jalan utama di pusat ibu kota seperti Thamrin, Bunderan HI hingga Dukuh Atas, bahkan terendam air,” ujar Sutopo.

    Menurutnya, jumlah penduduk yang mengungsi akibat rumahnya terendam air mencapai angka sekitar 15.447 jiwa. Beberapa orang ada yang menjadi korban karena hanyut terseret air, terjatuh, dan terkena setrum listrik.
     Gubernur Jakarta, Joko Widodo, menyatakan tanggap darurat banjir, dan akan mengerahkan seluruh potensi untuk membantu penanganan bencana tersebut.
   “Pemerintah alokasikan anggaran khusus antisipasi jangka pendek atasi banjir, meliputi pengadaan keperluan sanitasi seperti toilet umum, evakuasi korban, serta pengadaan barang kebutuhan makanan, selimut, dan obat-obatan,” ujar Jokowi, sapaan akrab Gubernur Jakarta.
     Dalam operasionalnya, Pemda Jakarta bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Search and Rescue Nasional (BASARNAS), dan instansi terkait lainnya.
    Dari Bogor dikabarkan Tim Al-Fatah Rescue telah menerjunkan anggotanya sejak dua hari lalu bergabung dengan instansi lainnya membantu evakuasi, pertolongan pertama, pengadaan akomodasi makanan dan keperluan lainnya bagi korban banjir di Jakarta.
     “Sebagai kewajiban sesama warga, tim kami menuju Jakarta membantu warga yang terkena korban banjir, “kata Tatang Syahria ketua Tim Al-Fatah Rescue.

Sabar atas Musibah
     Di samping evakuasi dan antisipasi berikutnya menghadapi musibah banjir, dalam pandangan agama, seperti dikemukakan Ustadz Yakhsyallah Mansur, Pimpinan Pesantren Al-Fatah Indonesia, musibah apapun yang diderita warga seperti banjir pada hakikatnya merupakan ujian dari Allah.
     Menurutnya, cara menghadapi musibah seperti itu adalah dengan sabar, dalam arti menerima dengan ikhlas, dan berusaha mengatasinya dengan mencari jalan keluarnya.
    “Hanya dengan sabar semua cobaan dapat diatasi. Sabar bukan berarti tidak boleh sedih dan susah. Sebab itu sudah merupakan fitrah pembawaan jiwa,” ujar Ustadz Yakhsyallah, salah satu pengisi acara hikmah pagi Radio Silaturrahim 720 AM tersebut.
     Mushibah di samping mengandung hal-hal yang tidak mengenakkan juga mengandung rahasia yang membawa kebaikan bagi orang yang menerimanya, sepanjang orang tersebut sabar dalam menghadapinya. Seperti bertambahnya kebaikan, menghapus dosa, engangkat derajat dan meringankan siksaan di akhirat, imbuhnya. (L/P22/R05).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply