JAMAAH MUSLIMIN DUKUNG PENUH REKONSILIASI HAMAS-FATAH

        Jakarta, 8 Rabiul Awal 1434/19 Januari 2013 (MINA) – Imaamul Muslimin Jamaah Muslimin (Hizbullah) Muhyiddin Hamidy menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap rekonsiliasi Hamas-Fatah yang kini berada pada titik terang,  di mana pada Kamis (17/1) perwakilan Hamas-Fatah bertemu di Kairo untuk membahas rekonsiliasi tahap selanjutnya.

     “Kami mendukung dan meminta Hamas-Fatah untuk memantapkan rekonsiliasi itu, salah satunya dengan mengadakan pertemuan yang lebih intensif lagi,” kata Hamidy.
     Untuk lebih mendekatkan kedua belah pihak, Hamidy mengatakan, tahanan Palestina baik dari pihak Fatah maupun Hamas harus segera dibebaskan, dan tidak boleh ada yang tersisa lagi di penjara Israel.
      Hamidy juga menyarankan Ismail Haniya agar lebih sering berkunjung ke Tepi Barat, begitu pula sebaliknya, Mahmoud Abbas lebih sering ke Gaza.
     Menurutnya, persatuan Hamas-Fatah adalah suatu keharusan dari segala sisi, baik akidah, ukhuwah, maupun kepentingan Palestina sendiri, sebagaimana kesatuan ukhuwah yang merupakan cermin dari Surat Ali Imran ayat 103.  
      Ditanya mengenai solusi dua negara,  Hamidy yang juga Pemimpin Umum Mi’raj News Agency (MINA) itu mengatakan berdasarkan pengalaman, Israel tidak pernah menepati janji dan tidak mau berdamai, sebagaimana perjanjian yang pernah disepakati sebelumnya, Israel selalu mengkhianatinya, termasuk mereka melanggar gencatan senjata 21 November 2012 lalu.
      “Israel tidak mau diajak damai, namun bukan berarti kita (umat Islam) tidak mau damai. Jika mereka memerangi ya kita perangi, namun damai harus kita prioritaskan,” tegasnya.
      Untuk mendukung Palestina merdeka, selama ini Jamaah Muslimin (Hizbullah) melakukan berbagai upaya mulai dari mengirimkan surat kepada kedua belah pihak, baik kepada Hamas maupun Fatah. Di samping itu, Jamaah Muslimin menggelar berbagai seminar tentang pembebasan Al-Aqsha dan Palestina. Tidak hanya itu, Jamaah Muslimin mengadakan Konferensi Internasional Al-Quds dengan mengundang tokoh-tokoh dunia, dan melakukan long march (jalan panjang) serta penggalangan dana yang rutin dilakukan.
     Konferensi terbaru yang digelar Jamaah Muslimin adalah konferensi Internasional Untuk Pembebasan Al Quds dan Palestina di Bandung, Juli 2012 yang dihadiri tokoh-tokoh dunia dari berbagai negara mulai dari Palestina, Turki, Jordania, Afrika, Inggris, Malaysia, dan berbagai negeri Islam lainnya. Bahkan Jamaah Muslimin saat ini menempatkan  27 orang relawannya ke Gaza untuk membantu membangun Rumah Sakit Indonesia di Palestina.
      Dukungan lain disampaikan salah satu tokoh aktivis Al-Aqsha yang pernah mengikuti konferensi tersebut, Hafidzi Mohd Noor, pengawas Aqsa Syarif, salah satu LSM pendukung Palestina di Malaysia, yang menyatakan rekonsiliasi tersebut adalah langkah tepat dan penting untuk menuju Palestina Merdeka.
      “Selamat kepada rakyat Palestina atas hasil rekonsiliasi ini dan saya harap Palestina bisa segera  merdeka secara mutlak,” kata Hafidzi.
    Pertemuan perwakilan rekonsiliasi Hamas-Fatah pada Kamis (17/1) lalu menyepakati dibentuknya komite untuk mengembangkan dan mengaktifkan pertemuan-pertemuan rekonsiliasi bagi pembebasan Palestina. 

     Rencananya pertemuan lanjutan rekonsiliasi akan dilanjutkan pada akhir Januari dan sembilan Februari mendatang di Kairo.(L/R-022/R-012/R-025/R-008/R-005).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply