JIHAD ISLAM PERINGATKAN PELANGGARAN ISRAEL

            Gaza, 8 Rabiul Awwal 1434/20 Januari 2013 (MINA) – Sayap militer Jihad Islam pada Jumat (18/1) memperingatkan Israel agar tidak terus-menerus melanggar gencatan senjata yang disepakati bersama pada bulan November 2012, demikian menurut laporan Ma’an.

    Juru bicara Brigade Al-Quds Abu Ahmad mengatakan kelompok itu tidak pernah meyakini Israel akan mematuhi perjanjian yang ditandatangani pada 21 November lalu untuk mengakhiri perang delapan hari yang mengakibatkan 170 warga Palestina dan enam orang Israel meninggal.
    “Kami mengamati apa yang terjadi di lapangan, namun kami ingin memberikan Mesir, pihak yang memfasilitasi kesepakatan, untuk mempertahankan perjanjian itu,” kata Abu Ahmad.
    “Kami akan lakukan perhitungan, jika mereka terus melakukan pelanggaran,” tegasnya.
    Sebelumnya, Israel telah setuju untuk menarik pasukannya dari perbatasan Gaza. Namun pasukan Israel telah menembak mati setidaknya 4 warga dan melukai 48 lainnya, dan sering melanggar perbatasan sejak gencatan senjata ditandatangani.
    Sebelumnya, pada perang tahun 2009, Israel menyerah karena tidak dapat menaklukkan Jalur Gaza, padahal sudah menyerang habis-habisan Gaza selama 22 hari.
   Juru Bicara Menteri Kesehatan Palestina dr Asyraf Al-Qadra mengatakan, memang bukan hal yang aneh bahwa Israel selama ini selalu melanggar perjanjian, walaupun sudah mereka sepakati.
    Jumat kemarin (18/1) Israel lagi-lagi melanggar kesepakatan itu. Kali ini, dua orang petani di Bayt Lahiya, utara jalur Gaza terluka parah setelah menjadi sasaran tembak militer Israel yang sedang beroperasi di sekitar perbatasan.
    Lebih dari 170 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, meninggal dan sekitar 1.200 lainnya luka-luka dalam serangan Israel di Gaza dari tanggal 14 sampai 21 Desember 2012 lalu.(T/R-007/R-008/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply