KBRI RIYADH BERHASIL SELESAIKAN 99% KASUS WNI PADA 2012

Riyadh, 6 Rabiul Awal 1434/18 Januari 2013 (MINA) – Sepanjang 2012, KBRI Riyadh menangani 4.360 kasus WNI baik berat maupun ringan, menurut siaran pers kemenlu RI yang diterima Mi’raj News Agency (MINA) pada Jum’at (18/1).

 

Dari keseluruhan kasus tersebut, sebanyak 4.195 kasus, di luar kasus hukuman mati, berhasil diselesaikan dan para WNI tersebut telah dipulangkan kembali ke tanah air. Secara keseluruhan, 99% kasus yang masuk ke KBRI dapat diselesaikan dan sisanya 165 kasus (1%) akan diselesaikan pada tahun 2013 ini.

KBRI di Riyadh juga mencatat, total keseluruhan hak-hak para TKI yang berhasil diselamatkan sepanjang tahun 2012 melalui mediasi dan upaya KBRI adalah sebanyak USD 2.603.121 atau setara dengan Rp. 24.989.961.600. 

Untuk penanganan kasus-kasus khusus, baik masalah pelanggaran hukum dan tindak pidana, KBRI menyediakan penerjemah dan pengacara sebagai pendampingTKI bermasalah dalam menghadapi persidangan.

KBRI telah menjalin kontrak kerja sama dengan 5 orang pengacara setempat dalam upaya memberikan perlindungan terhadap WNI bermasalah di bawah garis kendali Satuan Tugas Pelayanan dan Perlindungan WNI KBRI Riyadh.

KBRI memiliki rumah penampungan (transit house) yang berdaya tampung lebih kurang 200 orang. Dalam kondisi normal, transit house diisi rata-rata 150 orang TKI bermasalah. Namun, dalam masa-masa tertentu, seperti pasca musim haji, sering kali transit house dihuni melebihi kapasitas maksimal, kadang hingga 500 orang.

Dalam kondisi tersebut, KBRI menyediakan penampungan darurat di basement gedung KBRI dengan kapasitas tampung sebanyak 100 orang. Hingga 15 Januari 2013, masih tersisa 132 orang WNI di Transit House yang masih menunggu proses administrasi dan keimigrasian dari pihak Arab Saudi untuk segera dapat dipulangkan ke tanah air.

KBRI senantiasa mengupayakan permasalahan WNI di Riyadh dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Mengingat banyaknya WNI yang bekerja dan tinggal di luar kota Riyadh, KBRI juga melakukan pelayanan “jemput bola” untuk pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian sekaligus melakukan pembinaan masyarakat secara rutin di wilayah kantong-kantong TKI.

Hal ini sebagai wujud kepedulian dan keberpihakan KBRI, sekaligus sebagai langkah upaya “deteksi dini” yang pada gilirannya dapat memaksimalkan usaha pelayanan dan perlindungan terhadap WNI/TKI. (T/R-010/R-008).

 

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply