KEMLU BANTU PEMULANGAN JENAZAH WNI DARI MALAYSIA

        Jakarta, 20 Shafar 1434/2 Januari 2013 (MINA) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah memberikan bantuan bagi pemulangan jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga meninggal saat berusaha kembali ke Indonesia lewat jalan tikus di pantai Teluk C, Bandar Penawar, Kota Tinggi, Malaysia.                                      “Proses pengiriman jenazah WNI oleh Perwakilan RI di Malaysia dimulai sejak tanggal 20 hingga 29 Desember 2012,” kata Direktur Informasi dan Media (Infomed) Kemlu, PLE Priatna kepada pers di Jakarta, Rabu.
       Menurut Priatna, awalnya, penduduk dan nelayan di garis pantai Teluk C, Bandar Penawar Kota Tinggi pada 18 Desember 2012 dikejutkan oleh adanya penemuan beberapa jenazah yang terapung di laut.

        Setelah diidentifikasi oleh polisi setempat, jenazah tersebut ternyata adalah WNI yang berusaha pulang ke Indonesia menggunakan jalan tikus. Fakta ini diperkuat dengan penemuan paspor atas nama WNI dan pengenalan ahli waris.
      Selanjutnya, evakuasi yang dilakukan oleh aparat keamanan setempat berhasil mengangkat sepuluh korban meninggal yang diperkirakan adalah penumpang boat pancung yang telah hancur.
      Bekerjasama dengan aparat keamanan dan masyarakat Indonesia setempat, Konsulat Jenderal RI Johor Baru kemudian berhasil mengundang pihak keluarga untuk mengenali lima korban WNI. Lalu pihak KJRI melakukan proses pengiriman jenazah kembali ke Indonesia yang dimulai pada 20 Desember 2012.
        Jenazah pertama yang dipulangkan ke Indonesia adalah Nur Hasanah. Almarhumah adalah warga negara Malaysia yang orangtuanya WNI. Dia dipulangkan ke Surabaya pada 20 Desember 2012. Hari berikutnya (21/12) dua jenazah atas nama Sudarman dan Wilda dikirim ke kampung halamannya, masing-masing ke Mataram dan Surabaya.
        Selanjutnya, pada 23 Desember 2012 jenazah WNI atas nama Subhan dikirim ke Lombok dan pada 29 Desember 2012 jenazah Rohadi juga dipulangkan ke Lombok. Sampai saat ini masih tersimpan lima jenazah yang belum teridentifikasi di Rumah Sakit Kota Tinggi, Malaysia.
      Direktur Infomed Kemlu menambahkan, kondisi daerah pantai di sekitar Teluk C Bandar Penawar yang jauh dari permukiman dipenuhi rawa dan padang ilalang yang tinggi serta curam. Kondisi alam seperti itu diduga menjadi penyebab kecelakaan. Daerah tersebut rawan dipergunakan oleh tekong untuk mengangkut penumpang illegal dari dan menuju Indonesia. (L/R-002/R-003)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply