KERETA DI MESIR TERGELINCIR, 19 TEWAS, 120 TERLUKA

     Mesir, 4 Rabiul Awwal 1434/15 Januari 2013 (MINA) – Sebuah gerbong kereta yang membawa ratusan tentara wajib militer tergelincir di Mesir Hulu menyebabkan setidaknya 19 tewas dan lebih dari 120 terluka, Kementerian Transportasi mengatakan kepada Ahram Online yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

    Sembilan belas tentara wajib militer tewas dan 120 luka-luka setelah gerbong kereta tergelincir sebelum tengah malam pada hari Senin di kota Giza dari Badrashin, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Transportasi Mesir pada Selasa. Gerbong kereta api berjumlah 12 itu membawa 1.328 wajib militer, rute ke Kairo dari Utara Mesir ketika salah satu mobil yang membawa sekitar 200 tentara tergelincir menabrak kereta barang yang diparkir di luar depot penyimpanan.
    Sementara itu, Pasukan polisi melakukan operasi penyelamatan, saksi mengatakan beberapa tentara berusaha menyelamatkan diri mereka di bawah reruntuhan gerbong yang tergelincir.
    Seorang pejabat keamanan yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan kepada Ahram Online banyak yang terluka dalam kondisi kritis tersebut dan memungkinan naiknya angka kematian selama beberapa jam ke depan.
    Banyak ambulan mengangkut korban cedera ke rumah sakit terdekat, sementara para pejabat Mesir mulai tiba di tempat kejadian sekitar tiga jam setelah kecelakaan itu terjadi, Mohamed Nada, wartawan Ahram Online mengatakan.
    Hussein Zakareya, kepala Otoritas Kereta Api Mesir, mengatakan gerbong tergelincir menghantam kereta kargo lain setelah terlepas dari rel.
    Insiden mematikan itu terjadi kurang dari dua bulan setelah sebelumnya 51 anak sekolah tewas ketika bus mereka ditabrak kereta api saat melewati sebuah persimpangan rel kereta api di desa Assiut dari Manfalout, Mesir Hulu.
    Pada bulan yang sama, November 2012, setidaknya tiga orang Mesir juga tewas dan lebih dari 30 luka-luka dalam kecelakaan kereta api di Fayoum, kota di sebelah selatan Kairo.
    Puluhan kecelakaan kereta telah melanda negara itu selama dekade terakhir. Pada tahun 2002, dalam salah satu insiden paling mematikan, 373 penumpang tewas setelah kereta mereka terbakar. Tujuh tahun kemudian, setidaknya 30 orang tewas dalam kecelakaan lain pada kereta api yang sama.
    Mesir telah lama mengeluhkan buruknya tingkat keselamatan dan pemeliharaan sistem kereta api lama. Pemerintah Mesir berjanji dalam berbagai kesempatan untuk memperbaiki kereta-kereta tua, tetapi hanya sedikit pencapaian dalam hal itu.
    “Kita harus mengakui bahwa sistem kereta api yang rusak. Kami akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah kecelakaan itu terjadi karena cacat dalam kereta api atau rel atau karena alasan lain, “kata Menteri Transportasi Hatem Abdel Latif, yang telah berada di kantor tersebut selama 10 hari, mengatakan kepada situs Al-Ahram Arab itu.
    Abdel Latif baru-baru ini menggantikan Rashad El-Metiny, yang mengundurkan diri di tengah  tragedi bus sekolah Assiut, dalam perombakan kabinet parsial yang dilakukan oleh Perdana Menteri Hisham Qandil.(T/R-014/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply