KUWAIT PINJAMI SUDAN 824 MILIAR RUPIAH UNTUK BANGUN LISTRIK

     Khartoum, 21 Shafar 1434/3 Januari 2013 (KUNA/MINA) – Dana Kuwait untuk Pembangunan Ekonomi Arab (Kuwait Fund for Arab Economic Development/KFAED) dan pemerintah Sudan menandatangani perjanjian pinjaman senilai 25 juta Dinar Kuwait (sekitar 824 miliar rupiah) di Khartoum, Rabu (2/1).

     Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek pemasokan listrik untuk tiga provinsi paling timur negara itu.
     Perjanjian tersebut ditandatangani atas nama pemerintah Sudan oleh Menteri Keuangan dan Ekonomi Ali Abdulrasoul dan atas nama KFAED oleh Direktur Jenderal Abdulwahab al-Bader.
     “Pinjaman ini akan digunakan untuk menyediakan listrik kepada sekitar 660.000 orang yang tinggal di provinsi-provinsi bagian timur,” kata menteri sambil memuji KFAED yang berkontribusi pada berbagai industri, pertanian, dan layanan berbasis proyek Sudan.
     Al-Bader menunjukkan kepuasannya pada penyelesaian proyek bendungan elevasi roseires di Sudan yang kontributor utamanya adalah KFAED.
     Jangka dari 25 juta KD adalah 25 tahun dengan masa tenggang empat tahun, dibayar lebih dari 42 angsuran setengah-tahunan dengan tingkat bunga tahunan sebesar 2 persen.
     Ini adalah pinjaman ketiga Sudan yang didapat dari KFAED. Pinjaman yang lalu ke negara ini adalah KD 202.400.000 (atau Rp 688 juta). Apalagi KFAED telah mengajukan tiga hibah ke Sudan mencapai USD 1,2 juta. Pemerintah Kuwait melalui KFAED telah memberikan Sudan USD 50 juta untuk pembiayaan proyek kesehatan dan pendidikan di Sudan Timur.(T/R-019/R-008).

 

Miraj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply