KONSULER KBRI DAMASKUS TEMPATI GEDUNG BARU UNTUK WNI

    Damaskus, 6 Rabiul Awal 1434/18 Januari 2013 (MINA) – KBRI di Suriah memindahkan pusat layanan Konsuler ke gedung baru mulai 15 Januari lalu, tindakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada WNI di sana. Gedung sewaan itu berkapasitas cukup besar dan menyambung dengan gedung utama KBRI Damaskus.

  “Perpindahan pelayanan konsuler ke gedung baru tersebut merupakan langkah kongkrit KBRI Damaskus untuk semakin meningkatkan pelayanan dan perlindungan terhadap WNI yang berdatangan, dan meminta untuk dapat direpatriasi ke Indonesia terutama sejak Bandara Internasional Damaskus tidak aktif,” tutur Duta Besar RI untuk Suriah Wahib Abdul Jawad dalam siaran pers kemenlu yang diterima Mi’raj News Agency (MINA) pada Jum’at (18/1).
  Dubes Wahab mengatakan gedung baru konsuler tersebut cukup representatif mengingat letaknya yang berada di belakang dan menyambung langsung dengan gedung KBRI serta menyatu dengan gedung penampungan Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT), yang disewa oleh KBRI belum lama ini.
  “Hal ini akan semakin mempermudah koordinasi pihak konsuler dengan Tim Satgas terkait percepatan proses repatriasi WNI dari Suriah,” tambah Wahib.
  Sementara itu, Sekretaris III/Fungsi Konsuler II  Rahmat Hindiarta Kusuma melihat gedung baru konsuler ini selain digunakan sebagai kantor pelayanan dan penyelesaian masalah WNI, juga sebagai penampungan WNI terutama di ruang bagian belakang.
  Gedung tersebut juga digunakan untuk mengurangi padatnya jumlah WNI di penampungan yang saat ini mencapai 445 orang. Saat ini KBRI memiliki 3 tempat penampungan.
  “KBRI berencana akan memberangkatkan sejumlah 109 WNI termasuk 5 mahasiswa ke Indonesia melalui Beirut pada 18 Januari 2013,” terangnya.
  Mengingat kondisi politik dan keamanan di Suriah yang semakin tidak menentu, KBRI menerapkan piket Satgas 24 jam untuk mengantisipasi dan membantu proses percepatan repatriasi WNI terutama PLRT.
  Mengingat kondisi itu, KBRI meminta kepada seluruh WNI yang masih tinggal di Suriah untuk dapat segera meninggalkan Suriah secara sukarela atau dengan menghubungi KBRI Damaskus agar dapat diproses kepulangannya ke Indonesia dalam waktu secepatnya.
  Sampai saat ini menurut  International Rescue Committee  (IRC) setidaknya  600.000 warga Suriah melarikan diri dari negara yang sedang dilanda konflik kepemimpinan itu.
  PBB pada awal Januari 2013 merilis hampir 60.000 warga Suriah meninggal akibat konflik yang dimulai Maret 2011 itu.(T/R-010/R-008).

 

Miraj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply