KRISIS KEUANGAN PALESTINA HAMBAT KEGIATAN INTERNASIONAL

       Betlehem, 22 Safar 1434/4 Januari 2013 (MINA) – Krisis keuangan yang melanda Palestina paska penetapan sebagai negara non-anggota PBB November lalu, kemungkinan menjadi hambatan untuk bergabung dengan beberapa lembaga internasional, kata Hassan Al-Ouri, penasihat hukum Presiden Mahmoud Abbas, Jumat.
       Seperti diberitakan Kantor Berita Ma’an, Al-Ouri mengatakan bahwa Palestina sedang mempelajari beberapa upaya untuk bergabung dengan lembaga-lembaga internasional.
       “Karena kondisi krisis, mungkin rencana kegiatan internasional masih terbatas mengingat pembiayaan yang cukup tinggi,” ujarnya.
     

 Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada Kamis lalu mengadakan pertemuan guna mempertimbangkan langkah-langkah konkrit untuk bergabung dengan lembaga-lembaga internasional.
       Palestina setelah mendapatkan peningkatan statusnya di PBB, mempunyai peluang mengajukan Israel sebagai penjahat perang pelanggar hak asasi manusia ke Mahkamah Internasional.
       Krisis keuangan di Palestina makin terasa setelah Desember lalu Israel menahan penghasilan pajak pendapatan Palestina yang selama ini sudah dikumpulkan oleh Palestina sendiri. (T/R-020/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply