LARANG PAKAI JILBAB, SEKOLAH DI INGGRIS DIBAWA KE PENGADILAN

      London, 21 Shafar 1434 H/3 Januari 2013 (OnIslam/MINA) – Sebuah sekolah dasar di Inggris telah dibawa ke pengadilan karena menolak mengizinkan seorang pelajar Muslimah memakai jilbab.

 

      “Sekolah ini dibawa ke Pengadilan Tinggi oleh orang tua dari seorang gadis Muslim,” kata Kate Magliocco, kepala Sekolah Dasar St. Cyprian’s Greek Orthodox (St Cyprian’s Greek Orthodox Primary School) di Thornton Heath seperti dilansir London Evening Standard dan diterima Mi’raj News Agency, Kamis pagi (03/01).
      Orang Tua Muslim dari seorang gadis Muslimah berusia sembilan tahun itu telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi untuk memaksa sekolah berlandaskan Kristen Ortodoks itu mengizinkan anak mereka mengenakan jilbab di kelas.
      “Mereka percaya, karena anak gadis mereka sudah berusia sembilan tahun, telah mencapai masa pubertas (akil baligh) dan hal ini akan menjadi dosa bagi gadis Muslim itu jika tidak dilindungi dengan Jilbab karena disekolah ada guru laki-laki,” kata Magliocco.
Memakai jilbab adalah adalah suatu kewajiban berpakaian bagi para perempuan muslim (Muslimah), bukan sekedar simbol yang menunjukkan hubungan suatu agama.
       Jilbab telah menjadi pusat perhatian di negara barat setelah Perancis melarang busana Muslim di sekolah-sekolah pada tahun 2004. Beberapa negara Eropa mengikuti kebijakan Perancis itu.
      Ini bukan pertama kalinya pemakaian jilbab di sekolah memicu kontroversi di Inggris. Pada tahun 2006, seorang siswi Muslim menggugat sekolah menengahnya karena menolak untuk mengizinkan dirinya mengenakan pakaian Muslim. Sekolah kemudian memenangkan kasus tersebut.
Islam Berkembang Pesat di Inggris
      Menurut data terbaru dari Sensus Inggris Raya, jumlah penduduk Muslim di England dan Wales meningkat sebesar 80 persen (1,2 juta), dari 1,5 juta pada tahun 2001 menjadi 2,7 juta pada tahun 2011, sehingga Islam menjadi agama terbesar kedua di Inggris Raya.
      Sementara itu, jumlah penduduk Kristen di England dan Wales turun sebesar 11 persen (4,1 juta) selama dekade terakhir, dari 37,3 juta pada tahun 2001 menjadi 33,2 juta pada data sensus yang dilakukan tahun 2011 itu.
      Data sensus juga menunjukkan,13 dari 20 daerah yang pertumbuhannya paling cepat adalah mereka yang penduduk Muslimnya terpadat, terutama di kota Tower Hamlets dan Newham di bagian timur London. Hampir 40 persen (atau sekitar satu juta) dari kaum Muslim di Inggris dan Wales tinggal di London.(T/R-022/R-008).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply