LEBANON TEGASKAN PERLUNYA NEGARA ARAB MEMBANTU SURIAH

    Beirut, 26 Shafar 1434/7Januari 2013 (KUNA/MINA) – Lebanon pada Senin (7/1) menegaskan pentingnya konferensi tingkat menteri Arab yang dijadwalkan akan diselenggarakan di ibukota Mesir, Kairo pada Ahad mendatang.

    Konferensi ini bertujuan memeriksa draft rencana guna meringankan penderitaan pengungsi Suriah dan mereka yang telah direlokasi menjadi tunawisma karena kekerasan yang sedang berlangsung.
    “Lebanon, selama konferensi, akan menegaskan perlunya kerjasama antara negara-negara Arab untuk mencadangkan yang menyebabkan para pengungsi terbebani karenanya,” kata Menteri Luar Negeri Adnan Mansour dalam sebuah pernyataan kepada KUNA.
    Negara ini menampung sekitar 2.000 pengungsi Suriah, banyak yang menderita karena kekurangan pasokan dasar dan membutuhkan perumahan yang layak, terutama sekarang ketika negara sedang dilanda  hujan lebat dan gelombang dingin.
    Mansour menegaskan bahwa Lebanon memiliki sumber daya yang terbatas untuk membantu pengungsi Suriah, sehingga upaya Arab diperlukan untuk membantu mereka mengatasi penderitaan.
    Akibat besarnya jumlah pengungsi, Pemerintah Libanon pun kewalahan mengurusi  pengungsi. Karenanya, Libanon meminta bantuan senilai USD 180 juta pada para donor asing untuk membantu merawat para pengungsi.
    Sementara itu, Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah menegaskan, bahwa perbatasan harus tetap terbuka bagi pengungsi Suriah. Saat ini, jumlah pengungsi Suriah sudah mendekati 5 persen dari seluruh populasi Libanon.(T/R-019/R-008).

 

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply