MENLU KUNJUNGI KAMP PENGUNGSI MUSLIM ROHINGNYA

        Jakarta, 27 Shafar 1434/9 Januari 2013 (MINA) – Menlu Marty  Natalegawa baru-baru ini melakukan kunjungan kerja  ke sejumlah kamp pengungsi Rohingya dan Rakhine di Negara Bagian Rakhine, Myanmar serta memberikan komitmen bantuan sebesar satu juta dollar AS kepada para pengungsi melalui Pemerintah Myanmar.

        Keterangan dari Direktorat Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Selasa malam di Jakarta menyebutkan, kunjungan Menlu ke Myanmar itu merupakan wujud kepedulian Indonesia atas nasib buruk para pengungsi Rohingya dan Rakhine serta sesuai dengan instruksi Presiden RI mengenai perlunya pemberian bantuan kepada pengungsi  di negara itu.  

        Pada kunjungan ke sejumah kamp pengungsi dari tanggal 7 hingga 8 Januari 2013 tersebut Menlu RI didampingi Menteri Urusan Perbatasan Myanmar, Mayjen Thein Htay, serta Chief Minister Negara Bagian Rakhine State, Hla Maung Tin.  

      Disebutkan, melalui kunjungan kerja tersebut telah diperoleh pemahaman yang lebih mendalam, terutama tentang perkembangan kemanusiaan para pengungsi Muslim di Negara Bagian Rakhine Myanmar. 

        Secara khusus, Menlu dan rombongan pada 7 Januari 2013 mengunjungui lokasi kamp pengungsi Pauktaw, Sambalay Village, Taungbaw Village, Kyauktaw; Maw-Ya-Wadi village, dan kamp pengungsi Maungdaw dengan menggunakan helikopter.

        Sementara itu pada 8 Januari 2013 kunjungan dilakukan ke  kamp pengungsi Ohn-Daw-Gyee dan Min Gwan yang ditempuh Menlu melalui jalan darat.

        Menurut Marty, di samping kebutuhan mendasar, misalnya kebutuhan tempat tinggal, pangan, obat-obatan, dan pendidikan, terdapat pula kebutuhan yang lebih mendasar, yaitu perlunya didorong dan dikembangkan rasa percaya dan rekonsiliasi di antara dua kelompok masyarakat di Negara Bagian Rakhine tersebut.

        Disamping itu terdapat kebutuhan untuk mendorong roda perekonomian di kawasan yang dapat menciptakan, bukan saja lapangan kerja, melainkan juga  harapan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.  

      Oleh karena itu, disamping bantuan sejumlah satu juta Dollar AS untuk kebutuhan tanggap darurat, termasuk pembangunan pemukiman, Indonesia, menurut Menlu berketetapan memberikan kontribusinya dalam menciptakan rasa saling percaya di antara komunitas terkait serta menumbuh-kembangkan perekonomioan di kawasan tersebut.  

        Ketegangan antara suku Rakhine yang beragama Budha dengan Rohingya yang Muslim sudah berlangsung lama, sebagian karena banyak warga Myanmar menganggap Rohingya sebagai pemukim ilegal yang datang dari Bangladesh. (T/R-002/R-003)

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply