MORSI BERUPAYA KERAS SELESAIKAN SENGKETA PALESTINA

      Kairo, 20 Shafar 1434/2 Januari 2013 (KUNA/MINA) – Presiden Mesir Mohammad Morsi telah menegaskan rencananya untuk menjadi tuan rumah perundingan rekonsiliasi antara kelompok-kelompok Palestina di Kairo pada minggu kedua Januari ini.

      Morsi, yang menerima panggilan telepon dari Sekjen PBB Ban Ki-Moon, meyakinkan sekjen PBB tentang niatnya untuk menjadi tuan rumah pembicaraan rekonsiliasi, menurut pernyataan kepresidenan, yang dirilis Senin malam.
      Selama kontak telepon dengan Sekjen PBB, Morsi mengatakan Mesir memberikan perhatian khusus terhadap isu konsiliasi diantara rakyat Palestina. Kairo menjadi mediasi antara kelompok besar Palestina, yaitu kelompok Islam Hamas dan Fatah dari Presiden Mahmoud Abbas. Hamas mengambil alih Gaza dalam pertempuran sengit melawan Fatah pada 2007 silam.
      Kedua gerakan ini berbeda pandangan pada berbagai isu-isu pokok, seperti metode untuk mencari pembebasan wilayah Palestina. Kelompok Hamas memilih perjuangan bersenjata. Sementara kepemimpinan Abbas mendukung diplomasi untuk menyelesaikan konflik.
      Pernyataan resmi mengatakan, Ban Ki-Moon mengucapkan selamat kepada Morsi pada langkah terakhir yang diambil oleh pemerintahnya selama proses demokrasi.
      Dia juga menyatakan kepuasannya atas keberhasilan Kairo menyebarkan konstitusi baru, dalam situasi bebas, dan menyatakan harapan bahwa pemilu legislatif mendatang akan diadakan pada basis yang sama.
      Ban Ki-Moon mengatakan bahwa Mesir telah memberikan sebuah contoh yang harus diikuti dalam proses transformasi demokratis di wilayah tersebut. Selain itu, Sekjen PBB menyampaikan ucapan terima kasih kepada presiden untuk upaya Mesir mengenai Suriah.
      Mesir telah menyatakan dukungan untuk misi utusan perdamaian internasional-Arab, Lakhdar Brahimi, yang telah mengerahkan upaya intensif untuk mencoba menemukan dasar bersama bagi konsiliasi antara rezim Damaskus dan oposisi.
      Dia juga memperingatkan bahwa kegagalan untuk mencapai penyelesaian akan menyebabkan korban tewas jauh lebih tinggi karena perselisihan, yang sekarang diperkirakan lebih dari 40.000. (T/R-019/R-008).

 

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply