MUFTI AL QUDS KUTUK KUNJUNGAN MENLU ISRAEL KE MASJID EL-IBRAHIMI

      Palestina, 4 Rabiul Awal 1433/16 Januari 2013 (MINA) – Mufti Besar Al Quds Syeikh Muhammad Hussein kemarin,  mengutuk aksi provokatif  menteri luar negeri Israel Avigdor liberman yang sengaja mengunjungi masjid El-Ibrahimi di kota Khalil, Palestina.
    “Alasan kunjungan Liberman kali ini dalam rangka kampanye pemilu dan bertujuan untuk mengumpulkan suara sebanyak mungkin baik itu dari pihak ekstrimis Yahudi maupun penduduk biasa,” ujar Hussein. Dia juga menegaskan bahwa kunjungan Liberman ini telah menodai kesucian masjid El-Ibrahimi yang hanya dimiliki umat muslim saja.

     Dalam keterangan persnya, Hussein juga mengingatkan masyarakat dunia akan tragedi terkutuk  yang terjadi di masjid tersebut pada tahun 1994 silam, dimana  pemerintah Zionis Yahudi saat itu melakukan pembantaian terhadap warga Palestina.
    Menurut Hussein, kejahatan yang dilakukan kaum Zionis itu melampui batas-batas moral dan melanggar hukum internasional. Ia menambahkan bahwa pembantaian suatu masyarakat adalah hal yang sangat keji, terlebih jika dilakukann di dalam masjid sebagai tempat ibadah kaum muslimin.
     “Ini adalah sebuah pelecehan besar-besaran dalam sejarah suatu tatanan masyarakat beragama,” tegasnya.
     Selain Mufti, kelompok aktivis Palestina yang menamakan dirinya Ikatan Islam Kristen juga turut mengutuk aksi Liberman ini. Mereka menilai bahwa hal ini merupakan salah satu usaha politik pemerintah Zionis Israel dalam memprovokasi masyarakat sekitar. Mereka juga mengatakan bahwa ini bukanlah kunjungannya yang pertama kali.
    Tujuan lain yang diungkap oleh aktivis Islam Kristen ini adalah bahwa pihak Zionis Israel tidak henti- hentinya dalam usaha mereka meyahudisasikan situs-situs besejarah milik kaum muslimin di Palestina. Sebelumnya, pihak Zionis Israel memberlakukan larangan shalat didalam masjid Ibrahimi bagi masyarkat sekitar. Mereka juga melarang kumandang azan dari dalam masjid tersebut.
     Sekjen ikatan islam-kristen Hana Isa mengatakan bahwa Israel selalu melakukan pelanggaran dan melampui batas serta melanggar berbagai kesepakatan dan perjanjian internasional. Para aktivis itu juga mengatakan bahwa hampir tiap detik Israel terus-menerus  menghina kebebasan beribadah bagi seluruh umat islam dan Kristen baik itu yang berada di Al Quds maupun di seluruh tanah Palestina.(L/B-007/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply