MURSI UMUMKAN DARURAT NASIONAL

Kairo, 16 Rabiul Awwal 1434/ 28 Januari 2013 (MINA) – Presiden Mesir, Muhamad Mursi telah mengumumkan keadaan darurat di beberapa kota seperti Port Said, Suez, dan Ismailia menyusul terjadinya bentrokan di negara itu.

    Dalam pidatonya pada Ahad (27/1), Mursi mengatakan bahwa langkah-langkah darurat akan diberlakukan selama 30 hari dimulai pada pukul 22:00 Ahad malam. Press TV melaporkan, Mursi akan memberlakukan jam malam di tiga kota tersebut dari 9 malam sampai 6 pagi.
    Dia juga menyatakan kesiapan untuk mengambil tindakan yang lebih kuat dalam upaya mengatasi ancaman terhadap keamanan negara.
    Pernyataan itu dikeluarkan setelah terjadi bentrokan di Port Said dalam dua hari berturut-turut untuk memprotes hukuman mati yang diberikan pengadilan kepada 21 orang terkait kerusuhan sepakbola pada 2012 lalu yang mengakibatkan 74 orang tewas dan 1.000 lainnya terluka.
    Konflik pada Ahad kemarin menewaskan tujuh orang pendemo dan lebih dari 460 lainnya terluka yang terjadi saat prosesi pemakaman massal 37 orang yang tewas dalam bentrokan sehari sebelumnya dan ketika para pendemo terlibat baku tembak dengan polisi di tiga pos polisi dan di luar penjara utama Port Said.
    “Jika harus, saya akan melakukan lebih banyak lagi demi Mesir. Ini adalah tugas saya dan saya tidak akan ragu,” tambah Mursi.
    Setelah pernyataan darurat ini keluar, terjadi bentrok antara sekelompok orang yang turun ke jalan di Ismailia dengan polisi. Hal ini terjadi karena Mursi dalam pidatonya mengajak oposisi dan pemimpin politik di seluruh negeri untuk melakukan pembicaraan pada hari ini, Senin (28/1).
    “Tidak akan ada lagi kebebasan dan demokrasi. Supremasi hukum dan keadilan sosial (menunjukkan) revolusi telah dimulai,” ungkap Mursi.
    Sedangkan koalisi oposisi utama Mesir, Front Keselamatan Nasional, dilaporkan telah menerima rencana Mursi untuk memulihkan kondisi keamanan Mesir.
    Pada Jumat kemarin, sembilan orang tewas dalam bentrokan antara polisi dan para demonstran di Suez pada peringatan kedua revolusi penggulingan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Husni Mubarak.
    Ribuan warga Mesir menggelar demonstrasi di Kairo, Alexandria, Suez, Port Said, dan kota-kota lain dan kota-kota untuk meminta Mursi memenuhi janji kampanyenya.(T/R-007/R-008).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply