MUSLIM DAN YAHUDI AS KERJASAMA DALAM BANTUAN TORNADO DI JOPLIN

      Joplin, Missouri, 9 Rabiul Awal 1434/21 Januari 2013 (MINA) – Dalam kegiatan bersama warga Amerika, sebuah organisasi Muslim terkemuka akan memimpin upaya bantuan dengan kelompok-kelompok Yahudi akan memberikan bantuan kepada warga di kota Joplin, Missouri (Amerika Serikat) yang terkena Tornado.

    “Ketika bencana terjadi, kami membantu orang berdasarkan kebutuhan mereka, tanpa memandang agama atau warna kulit,” kata Shahid Farooqi selaku direktur penyuluhan Lingkar Islam Amerika Utara (Islamic Circle of North America/ICNA) kepada Joplin Globe, menurut laporan OnIslam.net yang diterima Mi’raj News Agency (MINA) Senin (21/1).
    Dalam kerja sama di bawah bendera “Bangun kembali Joplin” itu, relawan dari Bantuan ICNA akan bekerja dengan Kooperasi Bantuan Bencana Yahudi (Jewish Disaster Relief Corps/JDRC), dan dialog antaragama Muslim-Yahudi yang terdiri atas para mahasiswa Universitas New York.
    Farooqi mengatakan ICNA bekerja sama dengan JDRC pada proyek-proyek bantuan bencana di masa lalu.
    Dia mengatakan relawan berangkat pada Sabtu dan Minggu, kemudian memulai pekerjaan mereka untuk membangun kembali rumah-rumah yang rusak di Joplin pada Senin (21/1).
    Kunjungan ke kota Joplin ini bukan yang pertama bagi ICNA, para relawan tersebut pertama kali datang ke kota di Barat Tengah AS itu setelah bencana yang sama terjadi pada 2011.
    Pada saat itu, relawan tidur di Masjid Komunitas Islam di Joplin yang hancur dalam kebakaran misterius pada 6 Agustus 2012. “Kami membantu membersihkan puing-puing,” kata Farooqi pada bantuan pertamanya.
    Agustus lalu, ratusan orang Amerika dari berbagai agama berkumpul di sebuah taman kota Joplin untuk menunjukkan solidaritas kepada umat Islam setelah penghancuran masjid mereka dalam sebuah serangan pembakaran yang disengaja.
    Penyelenggara mengatakan solidaritas tersebut dimaksudkan untuk memberikan kembali kepada komunitas Muslim masjid mereka yang pernah menjadi pusat bantuan untuk korban tornado di Joplin Mei 2011, yang mengambil 161 nyawa dan merusak lebih dari 8.000 bangunan.
    Para pejabat ICNA mengatakan membantu orang yang membutuhkan, terlepas dari kepercayaan mereka, adalah dasar Islam.  “Siapa pun yang membantu manusia lain, Allah akan membantu dia pada hari penghakiman,” kata Mohammed Arif, asisten direktur eksekutif untuk Bantuan ICNA,.
    Dia mengatakan ketika kelompok-kelompok Muslim dan Yahudi  bekerja sama dalam berbagai proyek bantuan, itu menjadi pengalaman yang memuaskan dan bermanfaat. “Tidak ada permusuhan, ini menunjukkan sangat jelas kita semua adalah orang Amerika,” kata Arif.
    Muslim AS selalu bergabung dalam memberikan bantuan kepada warga Amerika yang terkena bencana alam.
    Baru-baru ini, relawan ICNA memberikan bantuan kepada korban badai Sandy. Kelompok bantuan tersebut baru-baru ini diberi gelar New Yorker of the Week oleh saluran TV kabel NY1. “Di sini, di New York, mereka sudah sangat aktif,” kata Humas ICNA, Gail Tweedy.
   “Mereka telah membagi-bagikan ribuan selimut dan alat pemanas. Mereka juga menyediakan layanan kesehatan gratis, menebang pohon serta  memberikan konseling duka cita.”
    Meskipun tidak ada angka resmi, Amerika diyakini menjadi rumah bagi hampir delapan juta Muslim. Sedangkan,  sebuah laporan pada 2010 dari Data Bank Yahudi Amerika Utara mengatakan terdapat 6,5 juta Yahudi di AS.
    Hubungan antar agama antara pemimpin Muslim dan Yahudi Amerika memiliki sejarah keberhasilan. Didirikan pada 1989, Yayasan Pemahaman Etnis telah bekerja selama bertahun-tahun untuk meningkatkan hubungan Yahudi kulit hitam dengan Yahudi Latin.
    Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ini fokus pada hubungan Muslim-Yahudi, dengan merencanakan beberapa upaya untuk mempromosikan pemahaman kedua belah pihak.
Kelompok ini telah meluncurkan sebuah inisiatif berjudul “Pengembaran Masjid dan sinagog” untuk meningkatkan kerukunan etnis dan membangun akar hubungan Muslim-Yahudi.
    Inisiatif yang dimulai pada 2008 itu telah membawa 50 Yahudi dan 50 Muslim di seluruh Amerika Serikat dan Kanada pada  program yang memberikan kebaikan kepada kedua belah pihak.
    Organisasi  kelompok Muslim-Yahudi bergengsi berpartisipasi dalam program itu, termasuk Masyarakat Islam Amerika Utara (Islamic Society of North America/ISNA), Kongres Yahudi Dunia (World Jewish Congress/WJC), Dewan Muslim Urusan Publik (Muslim Public Affairs Council/MPAC) dan Asosiasi Yahudi dan Muslim Kanada (Canadian Association of Jews and Muslims/CAJM).(T/P-010/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply