MUSLIM INDONESIA BERENCANA KUNJUNGI CINA

      Jakarta, 9 Rabiul Awal 1434/21 Januari 2013 (MINA) – Beberapa Muslim Indonesia rencananya pada 22 Januari 2013 akan berkunjung ke Cina untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dengan organisasi-organisasi Muslim di negeri tirai bambu itu.

   Ketua Ma’had Al Fatah Indonesia di Bogor yang juga ketua rombongan silaturahmi, Yakhsyallah Mansur mengatakan kunjungan ini memiliki arti yang dalam karena Cina sangat dekat dengan Islam, salah satunya ketika Islam datang ke Indonesia pun tidak terlepas dari ulama Cina.
   “Dari sisi historis saja, Islam sejak awal memiliki keterkaitan dengan Cina, bahkan orang yang Allah jamin masuk syurga, Sa’ad bin Abi Waqash adalah orang yang menyebarkan Islam sampai ke Cina,” kata Yakhsyallah.
   Meskipun banyak versi tentang kapan dan siapa yang membawa Islam pertama kali ke Cina, Yakhsyallah menegaskan Cina memiliki potensi dan peran yang besar untuk dakwah Islam.
   Kunjungan yang akan dimulai pada 22 Januari-21 Februari 2013 akan dimanfaatkan oleh keempat orang yang ikut dalam rombongan  tersebut untuk mendatangi pesantren-pesantren  dan organisasi-organisasi Muslim yang ada di Cina.
   “Dengan kunjungan ini, kami akan lebih mengetahui dengan jelas pemetaan dakwah Islam di sana,” tambahnya.
   Yakhsyallah memperkuat tujuannya datang ke Cina adalah untuk bersilaturahmi, berdakwah untuk kesatuan umat dan mengajarkan Al-Quran. Ketua rombongan yang juga dinobatkan sebagai Duta Al Quds tersebut mengatakan kesatuan umat Islam harus didahulukan.
   Di samping memperkuat ukhuwah Islamiyah dan dakwah, rombongan tersebut juga akan mengajak Muslim di Cina untuk ikut berpartisipasi dalam perjuangan pembebasan Masjidil Aqsha dari penjajahan Israel.
   “Pembebasan Masjid Al Aqsha dan kesatuan umat Islam adalah tujuan kami datang ke sana,” kata Adzra’ie Abdul Syukur selaku Penasehat Syari’ah Dompet Dhuafa Kalimantan (Kaltim) yang juga anggota rombongan.
   Keempat orang yang dalam rombongan itu adalah, Yakhsyallah Mansur selaku ketua, Adzra’ie Abdul Syukur, Eric, dan Iwan selaku penerjemah.
   Berbeda dengan yang lain, Adzra’ie selaku perwakilan dompet dhuafa akan berangkat ke Hongkong setelah kunjungan silaturahmi di Cina berakhir.   Kunjungan da’i dari Kaltim tersebut ke negara itu adalah untuk bertemu dengan Komunitas TKW Hongkong yang dipimpin oleh Ahmad Fauzi.
   Di akhir wawancara, Yakhsyallah berharap akan ada pertukaran siswa dari Cina ke Indonesia maupun sebaliknya. Sebagaimana selama ini, dua remaja Cina telah belajar di Pesantren Al Fatah Bogor yang dipimpinnya.
   Ajaran Islam pertama kali tiba di China pada sekitar tahun 615 M. Adalah Khalifah Utsman bin Affan yang menugaskan Sa’ad bin Abi Waqqash untuk membawa ajaran Islam ke daratan China. Pasalnya, Sa’ad meninggal dunia di Cina pada tahun 635 M, dan kuburannya dikenal sebagai Geys’ Mazars.
   Utusan khalifah itu diterima secara terbuka oleh Kaisar Yung Wei dari Dinasti Tang. Kaisar ini, kemudian memerintahkan pembangunan Masjid Huaisheng atau masjid Memorial di Kanton, yang merupakan masjid pertama di daratan Cina.
   Menurut laporan pada 2011, jumlah muslim di Cina mencapai sekitar 23 juta dari 1,295 milyar total populasi penduduknya.(L/R-010/R-008).

Miraj News Agency (MINA) 

 

 

 

Leave a Reply