NASRALLAH: MEREKA YANG HALANGI SOLUSI KRISIS SURIAH HARUS BERTANGGUNG JAWAB

         Beirut, 22 Shafar 1434/4 Januari 2013 (SANA/MINA) – Mentri Luar Negeri Hezbollah, Jenderal Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan, mereka yang menghalangi dialog dan solusi politik terhadap krisis di Suriah bertanggung jawab atas penderitaan rakyat Suriah dan pertumpahan darah di Suriah.

 

      Dalam pidatonya Kamis, (3/13) Nasrallah mengatakan ”Mereka hanya tertarik pada proyek-proyek mereka sendiri, kepentingan dan memiliki kesalahan perhitungan. Semua sumber yang mengatakan pertempuran ini berlarut-larut dengan opsi militer, maka akan berkepanjangan dan merusak.”
Nasrallah menyerukan kepada pemerintah Lebanon dan Negara bagian untuk mengembangkan posisi politik mereka dengan cara yang sesuai dengan kebijakan pemisahan diri yang diadopsi oleh Lebanon.
      ”Kami mendesak semua orang untuk menangani masalah pengungsi Suriah di Lebanon dari perspektif kemanusiaan dan tidak untuk mempolitisasikan,” kata Nasrallah.
      Terkait dengan penculikan warga Lebanon di Suriah, Nasrallah mengatakan bahwa negara-negara dengan pengaruh adalah mereka yang membiayai dan mempersenjatai orang-orang bersenjata dan membuka perbatasan dengan Suriah.
      ”Ada tiga negara yang berpengaruh mampu menutup hal ini, yaitu Turki, Arab Saudi dan Qatar,” katanya. Lebanon adalah negara anggota Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan dapat menggunakan hubungan dalam hal ini.
      Sebagaimana diketahui, Hassan Nasrallah lahir pada 31 Agustus 1960 di Beirut. Dia adalah seorang politikus Lebanon. Di bawah kepemimpinan Nasrallah, Hizbullah (Hezbollah) mampu mematahkan serangan Israel, sesuatu yang selama ini nyaris tak dapat dilakukan oleh bangsa-bangsa Arab. Dengan gebrakan Nasrallah, kaum muslim disana bersatu, tanpa meributkan lagi soal sekat mazhab Sunni-Syiah.(T/R-018/R-008).

 

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply