NETANYAHU – OLMERT SALING BANTAH SOAL DANA UNTUK SERANG IRAN

    JERUSALEM, 2 Rabiul Awwal 1434/14 Januari 2013 (Ma’an/MINA) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu membantah tuduhan pendahulunya Ehud Olmert bahwa ia menyia-nyiakan miliaran dolar untuk mempersiapkan serangan pada Iran yang tidak terjadi.

    Olmert yang pernah memimpin partai sentris Kadima, mengatakan kepada televisi Israel Channel 2 pada Jumat bahwa 11 miliar shekel (sekitar $ 3 miliar) yang terbuang pada petualangan keamanan ilusi yang belum dilaksanakan dan tidak akan dilaksanakan.
    Olmert, perdana menteri yang menjabat dari 2006 hingga 2009, tidak menyebutkan Iran dengan nama tetapi media Israel mengatakan maksudnya jelas dalam serangan Netanyahu sampai dengan pemilihan parlemen 22 Januari.
    Israel dan program nuklir Iran, menurut media Barat ditujukan untuk mengembangkan senjata atom. Namun, Teheran mengatakan bahwa tujuan program nuklir itu hanya untuk memperkaya uranium dengan tujuan damai.
    “Tahun lalu, mereka (kepemimpinan Israel) menakuti seluruh dunia dan pada akhirnya tak ada satupun yang dilakukan,” tambah Olmert, saat muncul dalam sebuah acara untuk memperingatkan Israel bahwa mungkin akan menyerang Iran jika sanksi-sanksi Barat gagal menahan aktivitas nuklirnya.
    Netanyahu yang memimpin partai sayap kanan, Likud secara luas diperkirakan akan memenangkan pemilu dipertengahan 2013. Dia sudah menetapkan  “garis merah” untuk menangani proyek pengayaan uranium Iran.
    Ditanyakan oleh Radio Angkatan Darat tentang komentar Olmert, Netanyahu mengatakan: “Ini adalah pernyataan yang aneh dan tidak bertanggung jawab. Saya tidak akan menentukan jumlah pengeluaran pertahanan kami,” tegasnya.
    “Saya akan mengatakan bahwa kita telah mengembangkan kemampuan ofensif dan defensif dalam waktu dekat. Saya pikir ini adalah investasi yang sangat penting bagi negara Israel,” ujarnya.
    Dia menegaskan bahwa Israel harus mengerahkan segala daya untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklirnya. Dia mengatakan bahwa mencegah Iran untuk mengembangkan nuklirnya akan menjadi tugas utamanya setelah terpilih kembali.
    Olmert mengundurkan diri sebagai perdana menteri dalam skandal korupsi dan dihukum pada bulan Juli atas tuduhan yang relatif kecil karena melanggar kepercayaan publik. Ia mendapat hukuman satu tahun, namun ditangguhkan. Dia masih menjadi pihak tergugat dalam sidang suap terkait dengan proyek real estate Yerusalem.(T/R-012/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 
           

 

 

 

Leave a Reply