OBAMA SEBUT NETANYAHU PENGECUT

    New York, 5 Rabiul Awal 1434/17 Januari 2013 (MINA) – Jurnalis Amerika Jeffrey Goldberg orang dekat Barack Obama, menyatakan bahwa presiden AS mengatakan bahwa Benjamin Netanyahu “pengecut” dalam masalah Palestina dan Israel memimpin menuju kebijakan penghancuran diri.
   Berbicara secara tertutup kepada MEMO yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Obama rupanya juga mengatakan kepada Goldberg bahwa Perdana Menteri Israel menyebabkan Israel terisolasi di dunia internasional pasca keputusan Netanyahu untuk membangun kembali beberapa unit pemukiman yang lebih banyak lagi di zona E1.

   Surat kabar Israel Haaretz, melaporkan percakapan itu bahwa selama beberapa minggu terakhir Presiden Obama berkomentar tajam tentang Netanyahu. Dia mengatakan bahwa, dia tidak mengerti apa kepentingan Israel. Surat kabar itu menunjukkan bahwa Goldberg adalah orang terpercaya Obama.
   Dibandingkan wawancara Haaretz Goldberg yang dianggap sesuai dengan pedoman dari Gedung Putih dan laporan yang dibuat oleh wartawan Peter Beinart, beberapa minggu yang lalu, tentang rasa kekecewaan dan frustrasi yang mendominasi Gedung Putih sebagai akibat dari kebijakan Netanyahu.
   Goldberg menggambarkan momen ketika Obama diberitahu tentang keputusan Netanyahu terbaru untuk melanjutkan pembangunan pemukiman di wilayah E1 antara Yerusalem dan Maale Adumim. Presiden tidak marah, tetapi mengatakan bahwa dia dimanfaatkan atas perilaku dari Netanyahu.” Dia menambahkan bahwa Obama menjadi acuh tak acuh terhadap apa yang ia lihat sebagai kebijakan untuk merusak diri sendiri yang dilakukan oleh Perdana Menteri Israel.
   Dalam beberapa minggu setelah pengakuan Palestina di PBB, Obama mengatakan, “Israel tidak tahu kepentingan yang sesungguhnya dan setiap pengumuman baru untuk pembangunan atau perluasan pemukiman yang membuat Netanyahu sebagai pemimpin negaranya memperoleh keterasingan di dunia internasional.”
   Dalam masalah Palestina, Obama mengatakan kepada Goldberg bahwa Netanyahu menunjukkan “bahwa dia pengecut” meskipun tidak ada pemimpin yang ada sekarang menjadi ancaman politiknya. Dia diklaim, siap untuk menapaki jalan menuju perdamaian.
   Namun demikian, Goldberg menunjukkan bahwa meskipun Obama frustrasi dengan Netanyahu, dia tidak berniat untuk memblokir bantuan militer kepada Israel atau mengakhiri usahanya untuk menghentikan program nuklir Iran.(T/R-012/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply