OKI AKAN TINDAK INTOLERANSI AGAMA TERHADAP MUSLIM

       Kuala Lumpur, 22 Shafar 1434/4 Januari 2013 (MINA/Bernama) – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam sebuah pernyataannya hari ini, Kamis (3/1), akan mengadakan pertemuan dengan para ahli hukum dan HAM untuk mengatasi intoleransi agama terhadap Muslim.

       Pertemuan tersebut akan diadakan di Istanbul pada 6 dan 7 Januari dan akan dibuka oleh Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu. Sebelumnya, November tahun lalu Dewan Menteri Luar Negeri (Council of Foreign Ministers/CFM) telah bertemu di Djibouti, dan Dewan telah memutuskan mengadakan pertemuan tersebut tahun ini.
       Dalam resolusi yang disahkan pada pertemuan CFM, Ihsanoglu diminta untuk membentuk sebuah panel yang terdiri dari beberapa orang terkemuka untuk menjadi penasehat negara anggota OKI mengenai hukum internasional dan memerangi diskriminasi serta intoleransi terhadap Muslim.
       Rizwan Sheikh, juru bicara OKI dalam bidang HAM mengatakan Islamofobia, diskriminasi dan intoleransi terhadap umat Islam adalah beberapa isu yang ingin OKI sampaikan pada acara tersebut.
       Ia mengatakan panel inti yang didirikan oleh Ihsanoglu terdiri dari tiga pengacara terkemuka hak asasi manusia dan praktisi, yaitu Cherif Bassiouni, Diene Doudou dan Ahmer Bilal Soofi.
       Pertemuan tersebut juga akan dihadiri oleh Koordinator Kelompok Duta OKI dan Pengamat Tetap OKI.
       Selain itu, wakil dari Komisi Independen Permanen untuk Hak Asasi Manusia OKI (OIC Independent Permanent on Human Right Comission/IPHRC) juga akan hadir.
       Hasil dari pertemuan tersebut akan dipresentasikan pada KTT Islam ke-12 di Kairo pada Februari tahun ini untuk menyelesaikan parameter politik bersatu yang bisa mempertahankan posisi OKI dalam memerangi diskriminasi dan intoleransi terhadap Muslim.
       Selain itu, sebuah rencana aksi yang berkaitan dengan diskriminasi terhadap Muslim juga akan disusun.
       Ihsanoglu juga telah diundang untuk berpartisipasi dalam pertemuan lain di Wilton Park, London, pada 22 Januari untuk memerangi intoleransi agama terhadap Muslim.(T/R-007/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply