PALESTINA KAMPANYEKAN PENERIMAAN TAUBAT MATA-MATA ISRAEL

      Gaza, 28 Shafar 1434/10 Januari 2013 (MINA) – Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Palestina, Fathi Hammad, mengumumkan penerimaan taubat bagi siapa saja yang terlibat sebagai mata-mata Israel.
      Penerimaan taubat merupakan bagian dari kampanye nasional mengenai keamanan dan sosial untuk memerangi mata-mata, kata Menteri Hammad. 
      “Kampanye dilaksanakan setelah menerima masukan dari intelijen,” kata Hammad dalam siaran persnya yang diterima Mi’raj News Agency (MINA), Rabu malam (9/10).

      Hammad menegaskan, penanganan mata-mata akan terus diperluas dan tidak berhenti.
      “Israel berusaha mencari celah warga Palestina dari kalangan orang-orang yang lemah dan putus asa,” ujarnya.
      Menteri Dalam Negeri Hammad menegaskan, penangkapan mata-mata dilakukan setelah diyakinkan betul bahwa yang bersangkutan terlibat bekerja sama dengan Israel.
      Secara psikologis, usaha menangkap mata-mata sebelumnya telah sukses mengingatkan setiap warga agar tidak tergoda untuk bekerja sama dengan penjajah,” tambahnya.
      Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri Palestina telah membuka pintu taubat bagi mata-mata agen penjajah Israel setelah Perang Al-Furqan di Gaza tahun 2009 lalu.
      Pada tahun 2010 lalu, pemerintah juga meluncurkan kampanye nasional untuk memerangi mata-mata dan membuka pintu taubat bagi siapa saja yang terlibat, dan hal ini langsung disambut baik oleh Persatuan Ulama Palestina.
      Persatuan Ulama Palestina menegaskan, menjadi mata-mata dengan bekerjasama membantu penjajah Israel memerangi umat Islam termasuk dosa besar dalam syariat Islam. Dengan bentuk loyalitas kepada orang-orang kafir sebagai mata-mata, pelakunya dapat dikategorikan keluar dari bingkai iman masuk ke dalam lingkaran kekafiran.
      “Siapa yang mati dalam kondisi yang demikian sebagai mata-mata musuh Islam, maka dia mati dalam kekafiran, tidak dimandikan, tidak dikafani, tidak dishalatkan dan tidak dikuburkan di pemakaman umat Islam,” seperti diungkapkan dalam siaran pers Pusat Info Palestina. (T/R-022/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply