PANETTA: AS DAN AFGHAN TELAH CAPAI “BABAK AKHIR” PERANG

     Washington, 29 Shafar 1434 H/11 Januari 2013 (Firs Post/MINA) – Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan kepada Presiden Afghanistan Hamid Karzai pada hari Kamis bahwa kedua negara telah mencapai “babak terakhir” dalam upaya mereka untuk membangun Afghanistan yang berdaulat yang dapat menjaga keamanan sendiri.

      Setelah upacara penyambutan resmi di Pentagon, Panetta mengatakan kepada Karzai bahwa 2013 akan menjadi titik balik penting dalam perang, dengan pasukan Afghanistan yang akan mengambil peran utama dalam menyediakan keamanan di seluruh negeri, sementara pasukan koalisi menawarkan dukungan dan pelatihan.

       “Kita sudah melangkah jauh menuju tujuan bersama yaitu membangun bangsa yang bisa dibanggakan oleh kami dan anda, yang tidak pernah lagi menjadi tempat yang aman bagi teroris,” kata Panetta dalam sambutannya pada awal pertemuan di kantornya. “Kerjasama kita, ditempa … selama hampir 11 tahun pengorbanan bersama, ini merupakan sebuah kunci untuk kemampuan kita demi mencapai misi final.”
    Kunjungan tiga hari Karzai ke Washington menyusul meningkatnya ketegangan selama setahun terakhir pada kemitraan AS-Afghanistan, termasuk juga serentetan insiden di mana militer Afghanistan dan polisi menyerang dan membunuh tentara AS. Tentara AS terlibat dalam serangkaian insiden yang memancing kemarahan Afghanistan, termasuk peristiwa pembakaran Al-Quran yang memicu kerusuhan berhari-hari.
    Kunjungan Karzai terlaksana saat kedua negara berada di tengah-tengah diskusi tentang kesepakatan yang akan mengatur peran setiap pasukan AS di Afghanistan yang akan ditarik pada akhir 2014.
   Pemerintahan Obama telah mempertimbangkan mempertahankan sisa tentara antara 3.000 sampai 9.000 tentara di Afghanistan untuk melakukan operasi kontraterorisme sambil memberikan beberapa pelatihan dan bantuan bagi pasukan Afghanistan.
   Namun pemerintah AS mengatakan pada awal pekan ini, tidak menutup kemungkinan untuk menarik semua tentara AS dari Afghanistan setelah 2014.
Sementara Karzai telah kritis terhadap aktivitas pasukan AS di Afghanistan, tidak akan jelas bagaimana tentara Afghanistan akan tampil tanpa helikopter AS, fasilitas kesehatan, kecerdasan dan kegiatan pendukung militer lainnya, dimana Afghanistan sangat sedikit memilikinya.
   Karzai dalam sambutannya di kantor Panetta mengatakan dia yakin bahwa selama perjalanannya, Afghanistan dan Amerika Serikat akan mampu “bekerja  untuk sebuah perjanjian keamanan bilateral untuk memastikan kepentingan Afghanistan dan juga kepentingan Amerika Serikat.”
   AS bersikeras pada kekebalan untuk setiap tentara AS yang tetap tinggal di Afghanistan. Pertanyaan yang belum terselesaikan itu diharapkan akan untuk dalam pembicaraan minggu ini di Gedung Putih pada hari Jumat, ketika Karzai bertemu Presiden Barack Obama.
Panetta berterima kasih atas kunjungan Karzai ke AS di Walter Reed National Military Medical Center di luar Washington, dan ia mencatat bahwa kunjungan tersebut meliputi 11 tahun perang, pertempuran darah, dan pengorbanan di kedua belah pihak.
   “Setelah masa lalu yang panjang dan sulit, saya percaya, pada bab terakhir dari membangun … Afghanistan yang berdaulat yang dapat mengatur dan mengamankan diri untuk masa depan,” kata Panetta, menambahkan bahwa kerjasama lanjutan akan menjadi kunci untuk menyelesaikan misi.
   Karzai menyatakan penghargaannya atas dukungan bertahun-tahun pada AS dan pelatihan mitra koalisi terhadap pasukan Afghanistan.
   “Saya ingin meyakinkan anda bahwa Afghanistan akan mampu memberikan keamanan bagi rakyatnya dan melindungi pasukannya. Sehingga Afghanistan tidak akan pernah terancam oleh teroris dari seberang perbatasan kami,” kata Karzai.(T/R-009/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply