PARIWISATA SYARIAH DI INDONESIA KIAN DIMINATI

     Jakarta, Gaza, 28 Shafar 1434/10 Januari 2013  (MINA) –  Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif, Sapta Nirwandar mengatakan, pariwisata syariah di Indonesia kini kian diminati wisatawan Muslim secara global, terutama wisatawan dari Timur Tengah.

     Menurut Sapta, sebagaimana dikutip MINA, Kamis, pariwisata syariah adalah rekreasi dan perjalanan yang sesuai dengan hukum Islam, seperti menyediakan masakan dan minuman yang tidak mengandung unsur babi dan alkohol, dan pemisahan laki-laki dan perempuan di acara-acara wisata dan situs.
     Sementara itu Direktur Promosi Konvensi, insentif dan pameran, Direktorat Jendral Pemasaran Wisata Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani mengatakan, pemerintah bersama-sama dengan agen perjalanan, hotel dan restoran berancana mempromosikan dan menciptakan paket wisata yang ditujukan untuk para wisatawan Muslim.
     Pariswisata Syariah sangat menjanjikan karena belanja oleh wisatawan Muslim juga tumbuh cepat, dan diperkirakan akan mencapai 192 miliar dollar secara global per tahun pada 2020. “Sebagai negara mayoritas Muslim yang kaya dan indah, kita harus mempu menjadikan pariwisata syariah menjadi wisata global,” ujar Rizki
     Menurut penelitian, turis muslim secara global  mewakili ceruk pasar yang besar. Singapura, Malaysia, China, Hong Kong, Jepang, Turki, Australia, Selandia Baru, Swiss, dan Argentina adalah negara-negara yang sudah menawarkan pariwisata syariah.
     “Pariwisata syariah tidak rumit. Pada dasarnya kita hanya memandu turis Muslim berkeliling wisata, memberitahukan hotel-hotel yang memiliki arah kiblat, sajadah, makanan halal, toilet dengan fasilitas suci dan tur yang memberitahukan waktu-waktu shalat. Soal makanan halal berarti makanan yang diizinkan atau sah menurut hukum Islam yang melarang mengkonsumsi daging babi atau minuman beralkohol.” katanya
     Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Secara umum, pariwisata Indonesia mengalami kemajuan secara signifikan, dilihat dari jumlah wisatawan muslim dari empat negara utama, yakni Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Arab Saudi yang datang ke Indonesia dengan kecenderungan naik 13,11 persen antara Januari dan November 2012 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011.
     BPS juga menunjukkan adanya peningkatan 30,5 persen pada wisatawan dari Mesir, yang tertinggi di antara negara-negara Muslim, meskipun jumlahnya relatif kecil, dari 3.259 dalam 11 bulan pertama tahun 2011 menjadi 4.235 pada periode yang sama tahun lalu. (T/R-015/R-008).
 
Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply