PEMERINTAH NORWEGIA TOLAK IZIN JILBAB POLISI MUSLIMAT

      Oslo, 29 Shafar 1434/11 Januari 2013 (MINA) – Pemerintah Norwegia telah menolak usulan untuk mengizinkan petugas polisi perempuan muslimat untuk memakai jilbab saat bertugas.
      “Pemerintah telah memutuskan bahwa simbol-simbol agama tidak akan diizinkan untuk digunakan dalam kaitannya dengan seragam polisi,” kata Menteri Kebudayaan Norwegia Hadia Tajik pada konferensi pers yang dikutip oleh The New Age dan diterima Mi’raj News Agency (MINA), Jum’at pagi (11/1).     

Sebuah komisi yang ditunjuk pemerintah Norwegia telah mengusulkan untuk mengizinkan petugas polisi perempuan dan hakim muslimat untuk memakai jilbab saat bertugas.
      “Komisi itu telah memiliki mandat yang luas,” kata Tajik, seorang menteri muslimat pertama dalam sejarah Norwegia.
      “Mereka telah mengangkat isu simbol agama dan seragam,” tegas Tajik
      Kepala Komisi Sturla Stalsett sebelumnya telah mengatakan, seluruh 15 anggota komisi percaya pemerintah akan mengizinkan petugas polisi wanita muslimat memakai jilbab.
      Namun Tajik mengatakan, usulan yang sama untuk mengizinkan pemakaian jilbab untuk polisi muslimat ditolak oleh pemerintah Norwegia pada tahun 2009.
Dia bersikeras, dia tidak membayangkan perubahan terjadi “pada masa mendatang.”
      Permasalahan izin polisi muslimat untuk mengenakan jilbab pertama kali muncul pada tahun 2008 setelah seorang perempuan muslimat meminta untuk mengenakan jilbab selama pelatihan polisi.
      Pada tahun 2009, pemerintah Norwegia mengumumkan rencana untuk mengizinkan polisi perempuan muslimat untuk mengenakan jilbab. Namun, koalisi dengan cepat membatalkan rencana itu atas permintaan kelompok oposisi sayap kanan, Partai Kemajuan (Progress Party).
      Dalam Islam, memakai jilbab adalah adalah suatu kewajiban berpakaian bagi para perempuan muslim, bukan sekedar simbol agama yang menunjukkan hubungan seseorang.
      Jilbab telah menjadi pusat perhatian di negara barat setelah Perancis melarang pemakaian Jilbab di tempat-tempat umum pada tahun 2004. Beberapa negara Eropa mengikuti kebijakan Perancis itu.
      Beberapa negara Eropa lainnya, termasuk Swedia dan Inggris, sudah mengizinkan petugas polisi Muslimah untuk mengenakan jilbab.
      Komunitas muslim di Norwegia diperkirakan mencapai 150.000 dari 4,5 juta penduduk di negara itu.
      Mayoritas komunitas muslim di Norwegia berlatar belakang Muslim Pakistan, Somalia, Irak dan Maroko.
Terdapat hampir 90 organisasi Muslim dan Pusat Islam di seluruh Norwegia. (T/R-022/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply