PENGUNGSI MALI BISA CAPAI 400.000

 Jenewa, 7 Rabiul Awal 1434/19 Januari 2013 (MINA) – Hampir 700.000 warga sipil diperkirakan melarikan diri dari konflik di Mali ditengah kelanjutan konfrontasi militer, demikian dikatakan juru bicara UNHCR Mellisa Fleming dalam sebuah jumpa pers di Jenewa.

Diperkirakan ada 700.000 orang yang akan mengungsi dari Mali, termasuk sejumlah 400.000 orang yang mengungsi ke negara-negara tetangga dalam beberapa bulan mendatang, Badan Pengungsi PBB mengatakan pada Jumat.

Perancis, pasukan Mali dan Afrika menghadapi militan yang mencakup sayap al Qaeda Afrika Utara dalam sebuah operasi militer yang dimulai pekan lalu.
“Kami yakin mungkin dalam waktu dekat ada tambahan 300.000 pengungsi di Mali dan sampai 400.000 pengungsi tambahan di negara-negara tetangga,” kata Melissa.

Sekitar 147.000 warga Mali telah melarikan diri ke beberapa negara termasuk Mauritania, Nigeria, Burkina Faso dan Aljazair sejak krisis tahun lalu. Sekitar 229.000 warga sudah terlantar di Mali.

“Kami telah mendengar laporan yang mengerikan dari para pengungsi di negara-negara tetangga,” kata Fleming. “Mereka melaporkan telah menyaksikan eksekusi, amputasi, dan mereka mengatakan juga ada yang menawarkan uang dalam jumlah besar kepada warga sipil untuk melawan tentara Mali dan pendukungnya,” katanya.

“kita juga mendengar laporan bahwa ada anak-anak di antara para tentara oposisi.” Sedangkan menurut perwakilan UNHCR lainnya mengatakan kebutuhan bantuan operasi UNHCR untuk pengungsi Mali di negara-negara tetangga, menyusul perkembangan terakhir krisis Mali diperkirakan mencapai $123 juta dolar Amerika, termasuk 63% yang telah dialokasikan oleh donaturr internasional yang mewakili sejumlah  $77 juta dolar Amerika, kata Algiers Ralf HW Gruener.

Ralf menambahkan bahwa sampai saat ini telah tercatat sebanyak 144.000 pengungsi Mali di negara-negara tetangga, termasuk 54.000 di Mauritania, 50.000 di Nigeria dan lebih dari 38.000 di Burkina Faso.

Mengenai pengungsi Mali yang tercatat di Aljazair, pejabat yang sama mengatakan bahwa jumlahnya kurang penting. “Menurut informasi dari pemerintah Aljazair, lebih dari 300 pengungsi ditangani oleh Bulan Sabit Merah Aljazair (CRA) dan sekitar 1.000 orang lainnya menetap di wilayah perbatasan,” tambahnya.(T/R-009/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Rate this article!

Leave a Reply