PENODAAN TERHADAP MASJID AL-AQSHA MENINGKAT

    Al-Quds, Yerusalem, 5 Rabiul Awal 1434/17 Januari 2012 (MINA) – Jumlah pemukim Yahudi dan pasukan militer serta badan intelijen Israel yang telah menyerbu dan menodai Masjid Al-Aqsha, telah meningkat pada tahun 2012.
   Dalam sebuah laporan statistik yang telah disiapkan oleh tim dari Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Warisan (al-Aqsa Foundation for Waqf and Heritage) serta Yayasan Pembangunan al-Aqsha dan tempat-tempat suci (Foundation for Construction of al-Aqsa and Holy Sites), menyatakan hampir 11 ribu pemukim Yahudi dan tentara berseragam militer Israel telah menyerbu Masjid Al-Aqsha selama tahun 2012 .

   Jumlah itu meningkat dibandingkan pada tahun2011 dimana pemukim Yahudi dan tentara Israel yang menyerbu Masjid Al-Aqsha mencapai angka lima ribu.
   Laporan itu juga menyebutkan berbagai bentuk serangan yang meningkat saat “hari libur Yahudi” dengan catatan para pemukim yahudi secara sengaja melakukan ritual Alkitab dan Talmud selama penyerbuan di Masjid Al-Aqsha itu.
   Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds adalah satu kesatuan. Al-Quds meliputi seluruh tembok yang mengelilingi kompleks Masjid Al-Aqsha. Saat ini Al-Quds berada di bawah penjajahan Israel yang memulai penjajahannya atas Palestina sejak 1948 lalu.
   Pada tahun 2012, penyerangan terhadap Masjid Al-Aqsha telah dilakukan oleh para pemimpin Zionis Israel. Penyerangan itu disertai dengan usulan untuk membagi Masjid Al-Aqsha menjadi milik Muslim dan Yahudi.
   Pihak berwenang Israel dan pemukim Yahudi juga terus menerus menyelenggarakan konser musik Talmud Anglo-Israel di dekat Masjid Al-Aqsha dengan slogan mempercepat pembangunan sinagog.
   Menurut laporan itu, selama tahun 2012, penjajah Zionis israel telah sengaja membiarkan sekitar 300 ribu wisatawan asing untuk memasuki Masjid Al-Aqsha tanpa memperhitungkan kesucian tempat Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW yang bersejarah bagi umat Islam.
   Masjid Al-Aqsha merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat muslim, hal ini berkaitan dengan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, dimana Nabi Muhammad SAW naik ke Sidaratul Muntaha melalui tempat itu.
   Sementara itu, Syeikh Raid Shalah, pemimpin gerakan Islam di wilayah Palestina tahun 1948 mengatakan, penjajahan yang dilakuka Israel itu bertujuan untuk meningkatkan serangannya terhadap Al-Quds (Yerusalem) pada umumnya dan Masjid al-Aqsha pada khususnya.
   “Penjajahan itu dilakukan dengan mengintensifkan serangan ke Masjid Al-Aqsha dan melakukan ritual doa Talmud di dalamnya,” tegas Syeikh Raid Shalah yang dikutip Palestinian Information Center (PIC) yang diterima Mi’raj News Agency (MINA), Kamis dini hari (17/1).
   Dia menekankan, Israel berupaya untuk membagi Masjid Al-Aqsha seperti yang terjadi di Masjid Ibrahimi di al-Khalil, Hebron, Palestina.(T/R-022/R-008).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply