PENYELIDIKAN KEMATIAN AKTIVIS PENENTANG OBAMA DIMULAI

       Jakarta, 4 Rabiul Awal 1434/16 Januari 2013 (MINA)Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah memerintahkan penyelidikan atas tewasnya seorang aktivis internet Amerika Serikat (AS) yang kritis terhadap kebijakan “kill list” (daftar bunuh) Presiden AS Barack Obama, sebagaimana yang dikutip Miraj News Agency (MINA) dari Press TV, Rabu.

     Presiden MIT, Leo Rafael Reif, hari Ahad menyerukan Profesor Tekhnik Hal Abelson untuk memimpin analisis mendalam tentang dugaan adanya potensi keterlibatan MIT dalam kematian Aaron Swartz.
     Swartz ditemukan tewas di apartemennya di New York City, Brooklyn hari Jumat. Kepala Pemeriksa Medis Brooklyn menyebutkan sebab kematian karena bunuh diri, tapi tidak ada keterangan detail lebih lanjut mengenai kematian misterius tersebut.
      Swartz adalah seorang kritikus vokal terhadap “kill list” Obama, berisi daftar individu yang diduga sebagai “teroris” oleh AS.
     Obama dilaporkan telah mencantumkan beberapa nama untuk dimasukkan dalam operasi pembunuhan yang akan dilakukan oleh pesawat pembunuh tanpa awak (drone) AS. Kemudian Obama disuguhi identitas yang ada dalam daftar tersebut lalu menyetujui setiap serangan di Yaman dan Somalia serta serangan berisiko di Pakistan.
      Pemuda berusia 26 tahun itu  menghadapi tuduhan hacking di AS, secara ilegal mengunduh dokumen penelitian dari akademis layanan JSTOR, menggunakan jaringan MIT. Dia juga memegang informasi penting tentang beberapa perusahaan dan percaya bahwa informasi tersebut seharusnya disiarkan demi kepentingan masyarakat.
      “Informasi adalah kekuatan. Tapi seperti semua kekuasaan, ada orang-orang yang ingin menyimpannya untuk diri mereka sendiri, “tulisnya dalam laman online pada 2008.
      Berdasarkan keyakinan itu, pemuda berjuluk “keajaiban komputer” itu  mendirikan kelompok nirlaba DemandProgress.
      Kelompok ini melancarkan kampanye yang sukses memblokir RUU 2011. Hal itu kemudian terkenal yang disebut DPR AS dengan nama UU Aksi Penghentian Pembajakan Online.
      Jika sudah disetujui, RUU itu akan memungkinkan pengadilan memblokir beberapa situs yang dianggap terlibat dalam praktek sharing kekayaan intelektual secara ilegal.
      DemandProgress berpendapat bahwa UU tersebut akan disebarluaskan dengan wewenang pemerintah AS untuk menyensor dan membatasi komunikasi Web yang sah.
      Swartz dan para blogger juga kritis terhadap kebijakan AS dengan rezim Israel untuk meluncurkan “serangan cyber bersama” terhadap Iran.
      “Sungguh menyakitkan saya untuk berpikir bahwa MIT memainkan satu peran dalam serangkaian peristiwa yang berakhir dengan tragedi,” kata Reif dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan hari Ahad.
     “Sekarang adalah waktu untuk semua orang yang terlibat untuk merefleksikan tindakan mereka, dan itu termasuk kita semua di MIT,” tambah orang yang memuji “kreativitas brilian dan idealisme” Swartz itu.
      Sebelumnya, keluarga Swartz mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa,  “Kematian Harun (sapaan Swartz) tidak hanya tragedi pribadi. Ini adalah produk dari sistem peradilan pidana yang penuh dengan intimidasi dan melampaui batas penuntutan.”(T/R-011/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply