PERBAIKI REKONSILIASI, FATAH-HAMAS BERTEMU LAGI DI MESIR

        Kairo, 4 Rabiul Awal 1434/16 Januari 2013 (MINA) – Dalam upaya melanjutkan rekonsiliasi, Fatah dan Hamas akan bertemu kembali di Kairo, Rabu besok (16/1).

       Anggota Komite Sentral Fatah, Azam al-Ahmad, salah seorang yang bertanggungjawab atas urusan rekonsiliasi, mengatakan kepada stasiun radio resmi Palestina, pembahasan mengenai pemerintah konsensus nasional Mahmoud Abbas akan dimulai setelah komisi pemilihan pusat melanjutkan pekerjaannya.
       Hamas yang menguasai Jalur Gaza telah menghentikan pekerjaan komisi pemilihan pusat pada Juli 2012, yang mengakibatkan terhentinya pembicaraan rekonsiliasi.
       Pada Rabu lalu (09/1), Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan Kepala Biro Luar Negeri Hamas Khalid Misy’al di Kairo setelah mengadakan pertemuan terpisah dengan Presiden Mesir Muhammad Mursi. Mursi berjanji akan terus mensponsori upaya untuk mencapai rekonsiliasi.
       Dalam pertemuan itu, kedua pihak setuju untuk memulai pembicaraan pembentukan pemerintah konsensus yang dipimpin oleh Abbas, serta kesepakatan waktu untuk pembentukan dewan nasional, pemilihan parlemen dan presiden.
       Hamas dan Fatah telah menandatangani dua perjanjian rekonsiliasi, pada Mei 2010 yang disponsori oleh Mesir dan pada Februari 2011 yang disponsori oleh Qatar. Kedua perjanjian itu menyerukan untuk membentuk pemerintah persatuan dan mengakhiri konflik internal Palestina yang telah dimulai sejak tahun 2007.
       Namun, perselisihan pendapat antara kedua pihak mencegah kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Fatah bersikeras agar waktu pemilu harus ditetapkan segera, sementara Hamas mengatakan semua konflik antara kedua pihak harus berhenti terlebih dahulu.

       Rekonsiliasi Dapat Dicapai
       Menteri Luar Negeri Mesir, Muhammad Kamel Amr sebelumnya telah menyatakan harapannya agar rekonsiliasi Palestina dapat dicapai. ”Hal itu akan berada dalam kepentingan semua pihak Palestina,” kata Amr. Pernyataan Amr muncul setelah pembicaraan dengan Salam Fayyad dan Riyadh al-Malky (Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Palestina Pemerintahan Fatah), Ahad malam (13/1). Dalam pertemuan itu, mereka membahas kesulitan keuangan dan ekonomi yang dialami oleh rakyat Palestina.
       “Pembicaraan atas upaya perdamaian sedang berlangsung,” kata Amr, “Kami mendengarkan pihak Palestina dan kami akan melihat kemungkinan untuk mendorong upaya ini pada periode yang akan datang.” jelas Amr.
       Mesir sedang berupaya untuk membantu Otoritas Palestina dari krisis keuangan. Amr mengatakan, krisis keuangan di Palestina telah disampaikan saat pembicaraan Mesir dengan Presiden Dewan Uni Eropa serta dengan negara-negara pendonor.
       Amr menambahkan, pembicaraan Palestina-Israel sedang berlangsung terkait pemotongan dana Tel Aviv kepada Otoritas Palestina.
       Dia menekankan, kebijakan pemukiman ilegal Israel saat ini tidak dapat diterima. “Kami berharap ada tindakan serius yang diambil di masa mendatang setelah pemilu Israel dan pembentukan pemerintah baru AS,” tegas Amr. (T/R-022/R-008).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply