PRANCIS AKAN TINGGALKAN MALI SETELAH AMAN DAN STABIL

   Paris, 4 Rabiul Awal 1434/16 Januari 2013 (MINA) – “Prancis akan menarik pasukannya keluar dari Mali setelah keadaan dinyatakan stabil dan aman dengan sistem politik yang solid,” demikian dikatakan Presiden Prancis Francois Hollande kemarin.

  Pernyataan Hollande merupakan tanggapppan pertanyaan tentang berapa lama pasukan Prancis ditempatkan di Mali. Presiden itu menyatakan Prancis bisa memiliki peran utama pada negara bekas koloninya untuk beberapa minggu seperti yang diindikasikan oleh pemerintahannya.
  “Segera setelah ada kekuatan dari pasukan Afrika, dalam beberapa hari atau pekan mendatang, yang didukung oleh masyarakat internasional dan Eropa, maka Prancis tidak memiliki alasan lagi untuk tinggal di Mali,” katanya dalam konferensi pers saat berkunjung ke Uni Emirat Arab.
  “Kami memiliki satu tujuan, namun untuk memastikan bahwa ketika kami meninggalkan, ketika mengakhiri intervensi kami, Mali aman, memiliki otoritas yang sah, adanya proses pemilu yang baik dan tidak ada lagi yang  mengancam wilayahnya,” kata Hollande.
  Menurut berita dari Arabnews yang dikutip oleh MINA, Francis menyerang oposisi lebih gencar melalui serangan udara dan mengirim mobil lapis baja pada hari kelima sebagai upaya untuk membantu pemerintah Mali mengosongkan daerah selatan, sebagaimana pasukan regional berjuang untuk mempercepat penyebaran pasukan mereka.
  Hollande mengatakan Uni Emirat Arab telah menyatakan dukungannya untuk Francis dengan mengatakan bahwa para oposisi bisa ditahan dalam beberapa kasus, namun tujuan utamanya adalah untuk menghancurkan mereka.(T/R-009/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply