ULAMA INDIA : ISLAM SOLUSI SELURUH MASALAH

    India, 2 Rabiul Awwal 1434/14 Januari 2013 (MINA) – Ulama India yang juga Presiden Jamat-e-Islami Hind (JIH), Maulana Jalaluddin Umari menyatakan, hanya Islam satu-satunya agama yang benar, berisi solusi dari setiap seluruh masalah dan tantangan yang sedang dihadapi oleh setiap orang dari berbagai agama atau latar belakang di seluruh dunia.

    “Islam adalah mata air keperluan kemanusiaan untuk menghidupkan kembali diri dari masalah kehidupan. Untuk itu, perlunya membangun masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip Islam yang mengusung perdamaian dan keadilan,” kata Maulana seperti dikutip IslamOnline, saat meresmikan konferensi “Spring of Islam” yang diselenggarakan oleh Jamat-e-Islami Hind di kota Hyderabad, India.
    Konferensi yang dimulai pada Jum’at pagi itu berlangsung selama tiga hari dihadiri oleh sejumlah besar Umat Islam di India.
    Konferensi yang bertujuan berbagi pandangan mengenai Islam itu di inspirasi dari konferensi “Arab Spring” yang menghasilkan revolusi di dunia Muslim.
    “Arab Spring  tidak lain hanyalah  Spring of Islam di mana manusia telah bebas dari belenggu perbudakan,” kata Maulana.
    Presiden Jamat-e-Islami (Andhra Pradesh dan Odisha), Khaja Arifuddin, dalam pidatonya mengatakan, era perang bom atom sudah berakhir dan sekarang adalah zamannya perang ideologi. Dia mendesak Muslim untuk menyajikan ideologi Islam sebagai solusi untuk menghadapi masalah yang dihadapi umat manusia.
    “Budaya Barat dan sistem ekonomi telah menurun dan kini menjadi tidak populer, tidak hanya di timur tapi bahkan di tempat asal-usulnya. Polusi moral budaya barat telah menunjukkan hasil negatif dan manusia sedang mencari alternatif,” tegas Khaja Arifuddin.
    Dia menambahkan, hukum Islam dan prinsip-prinsip yang didasarkan pada sifat dasar manusia. Hal itu menyebabkan Islam telah memberikan hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan.
    “Sebelumnya ketika kami menuntut hukuman mati untuk pelaku pemerkosaan kami dicap sebagai ekstremis, tapi sekarang bahkan politisi dari partai-partai oposisi yang menggemakan permintaan kami atas dasar sifat dasar manusia,” kata Khaja Arifuddin.
    Setelah pembukaan dan shalat Ju’mat, tempat konferensi Universitas Nizam itu penuh sesak dengan penyelenggaraan acara berturut-turut dengan pengaturan terpisah untuk kaum Muslimah.
    Pameran Dunia Islam juga dirancang bagi peserta peserta yang  diresmikan oleh Editor harian Siasat Urdu, Zahid Ali Khan, pada sore harinya. Sebuah acara budaya yang terpisah untuk orang-orang penyandang cacat juga diselenggarakan terutama dihadiri oleh mahasiswa dari Pusat Informasi Ideal untuk penyandang cacat JIH.
    Acara untuk para Ulama dilaksanakan dengan pertemuan besar yang dihadiri oleh banyak ulama Islam ternama. Pada malam hari, Mahasiswa Organisasi Islam India menyelenggarakan acara bagi pelajar pemuda untuk membahas pentingnya membangun kepemimpinan Islam. Acara itu dibahas oleh para ahli penelitian dan Presiden Nasional SIO, Ashfaq Ahmed Shareef.
    Sebuah pertemuan mushaira budaya (acara pembacaan Puisi) juga diatur untuk peserta pada akhir hari pertama. Konferensi yang berisi 18 acara berlanjut hingga 13 Januari 2013. (T/R-022/R-008/R-005).

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply