PRESIDEN MURSI ANGKAT SEPULUH MENTERI BARU

     Kairo, 25 Shafar 1434/7 Januari 2013 (EI/MINA) – Untuk memperkuat terciptanya stabilitas dan meredam gejolak politik di Mesir, Presiden Mesir Muhammad Mursi telah melakukan perombakan kabinet dengan menunjuk sepuluh menteri baru sebagai pengganti menteri yang lama.

     Para menteri baru yang mengisi 10 pos departemen negara itu adalah Morsy Hegazy sebagai menteri keuangan, Mohamed Ali Beshr sebagai menteri pembangunan daerah, Hatem Abdel Latif sebagai menteri transportasi, Omar Salem sebagai menteri urusan hukum dan parlemen, Ahmed Imam sebagai menteri listrik, Mohamed Ibrahim sebagai menteri dalam negeri, Bassem Kamal sebagai menteri urusan pangan dan sosial, Khaled Mohamed Fahmy Abdel Aal sebagai menteri lingkungan hidup, Atef Helmy sebagai menteri komunikasi dan Wael al-Maddawy sebagai menteri penerbangan.
       Setidaknya tiga dari menteri-menteri baru itu berasal dari Partai Kebebasan dan Keadilan (Freedom Justice Party/FJP), sayap politik Ikhwanul Muslimin.
      Sepuluh menteri itu mengucapkan sumpah jabatan di depan presiden pada Ahad (6/01), seperti dilansir Egypt Independent (EI) yang diterima Mi’raj News Agency (MINA), Senin pagi (7/01).
      Menurut sumber dari Departemen Keuangan mengatakan, Hegazy salah satu tokoh Ikhwanul Muslimin, merupakan seorang profesor bidang ekonomi dan keuangan di Universitas Alexandria. Dia ditunjuk karena pengalamannya dalam menangani keuangan Islam.
      Sedangkan, Mohamed Ali Beshr ditunjuk Presiden Mursi sebagai menteri Pembangunan Daerah yang sebelumnya terpilih sebagai gubernur Monufiya juga merupakan tokoh Ikhwanul Muslimin terkemuka di wilayah itu.
      Mohamed al-Shahat, penasihat media untuk Departemen Perhubungan, mengatakan, Abdel Latif, menteri transportasi yang baru diangkat, adalah seorang profesor perencanaan transportasi dan rekayasa lalu lintas yang menerima gelar PhD pada tahun 1990.
      Dia juga ahli di bidang transportasi dan lalu lintas yang telah diakui organisasi internasional PBB. Sementara itu, Youm7 independen mengatakan bahwa Abdel Latif adalah salah satu pemimpin Ikhwanul Muslimin.
      Omar Salem, diangkat menjadi menteri untuk urusan hukum dan parlemen, menduduki posisi yang sama pada Kabinet Perdana Menteri sebelum Hisham Qandil, Kamal al-Ganzouri.
       Salem adalah wakil dekan Fakultas Hukum Universitas Kairo dan direktur Universitas Pusat Penelitian Kejahatan.
      Sebelum itu, Ahmed Imam adalah mantan kepala Perusahaan Listrik Kairo, dimana sebulan yang lalu telah diangkat sebagai wakil menteri listrik di bawah Mahmoud Balbaa.
      Sumber-sumber kementerian mengatakan, Imam telah dipuji atas efisiensinya. Menjabat sebagai menteri listrik yang baru, dia akan fokus pada peningkatan efisiensi pembangkit listrik untuk membatasi sering terjadinya pemadaman listrik pada musim panas lalu. Mohamed Ibrahim, menteri dalam negeri yang baru diangkat, telah menjadi bagian dari departemen kepolisian selama 36 tahun dan menghabiskan sebagian besar karirnya di departemen investigasi kriminal di beberapa wilayah Mesir.
      Ibrahim lulus dari akademi kepolisian tahun 1979, dan menjabat sebagai kepala Departemen Keamanan Qena saat Revolusi 25 Januari, kemudian diangkat sebagai kepala Departemen Keamanan Assiut pada tahun 2011.
    Sumber-sumber mengatakan, alasan utama untuk memilih Ibrahim sebagai Menteri Dalam Negeri yang baru adalah perannya dalam mengamankan kunjungan Presiden Muhammad Mursi ke Assiut pada bulan November tahun lalu.
      Lebih dari 10.000 petugas keamanan dan tentara dikerahkan untuk menjaga keamanan di Assiut selama kunjungan tersebut.
      Mantan Menteri Dalam Negeri Ahmed Gamal Eddin kemudian ditugaskan sebagai asisten bagi Ibrahim untuk urusan penjara.
      Sumber-sumber infromasi yang dekat dengan Kamal, menteri urusan pangan dan sosial yang baru diangkat, mengatakan, terpilihnya Kamal dikarenakan ia mengawasi komunikasi antara kantor presiden dan kementerian urusan sosial dan pangan serta dan minyak bumi tahun lalu.
      Dia mengawasi isu terkait Bahan Bakar Minyak (BBM), termasuk subsidi bahan bakar dan distribusi kupon untuk pasokan gas. Abdel Aal, menteri lingkungan hidup yang baru diangkat, mendapatkan gelar PhD di bidang Ekonomi Lingkungan. Abdel adalah wakil kepala inisiatif kerjasama teknis yang dilakukan oleh Kementerian Pembangunan Daerah dan didanai oleh pemerintah AS.
      Sebelumnya dia menempati beberapa jabatan dalam kementerian.
Helmy, menteri komunikasi baru, sebelumnya menjadi anggota dewan Badan Pengembangan Industri Teknologi Informasi, kepala dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan direktur umum Oracle, salah satu perusahaan utama pengembang sistem teknologi informasi, wilayah Mesir dan Afrika Utara.
      Helmy juga merupakan salah satu pendiri dari industri outsourcing di Mesir melalui pusat dukungan teknis Oracle.
      Juru bicara Kabinet Alaa al-Hadidy mengatakan kepada saluran TV satelit Mehwar, ketidakstabilan politik dan terjadinya aksi protes baru-baru ini telah sangat mempengaruhi perkonomian di Mesir dan khususnya pada bidang pariwisata menunjukkan melemahnya mata uang di negara itu.
      Hadidy juga menegaskan, keamanan merupakan salah satu prioritas utama Kabinet.(T/R-022/R-008).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply