RAKYAT SURIAH KELAPARAN DAN BUTUH PAKAIAN DI MUSIM DINGIN

        Jakarta, 16 Rabiul Awal 1434/28 Januari 2013 (MINA) – Relawan Suriah asal Indonesia Abu Harits kepada wartawan Miraj News Agency (MINA) di Jakarta (26/1) mengatakan dalam musim dingin yang ekstrim ini para pengungsi dan rakyat Suriah kelaparan dan membutuhkan pakaian.

 

       “Musim dingin yang ekstrim membuat rakyat Suriah kelaparan dan butuh bantuan pakaian. Kondisi semakin sulit, jalur logistik banyak yang ditutup,” kata Abu Harits yang bergabung dalam Forum Indonesia Peduli Suriah.

 

        Abu Harits bersama Syaikh Muhammad al-Khattib as-Suri, seorang ulama Suriah yang berkeliling di berbagai negara sedang berusaha menggalang dana, termasuk di berbagai daerah Nusantara.

 

       “Bantuan dana sedang digalang dengan berbagai cara, baik lewat jalur diplomasi maupun dari sisi kemanusiaan,” kata Abu Harits. “Tapi ini belum bisa menutupi.”

 

        Peperangan yang terjadi di Suriah menimbulkan korban nyawa dengan jumlah rata-rata ratusan jiwa perhari. Hingga bulan ke-22 konflik Suriah terjadi, menurut data yang dikeluarkan PBB sudah lebih dari 60 ribu yang tewas. Data lain menyebutkan sudah mencapai 100 ribu jiwa yang tewas.

 

       “Tidak ada bantuan politik dan tidak ada bantuan kemanusiaan. Bantuan yang ada sangat minim,” kata al-Khattib yang sudah 14 tahun berkeliling di Indonesia.

 

       Sementara itu, setiap hari semakin banyak warga Suriah yang keluar meninggalkan negaranya dan mengungsi ke negara tetangga.

 

Jumlah pengungsi terus bertambah

 

       Badan Pengungsi PBB, UNHCR mengaku kewalahan menghadapi peningkatan yang tinggi jumlah pengungsi Suriah yang terus bertambah memasuki negara-negara di sekitarnya.

 

      “Sangat sulit membantu jumlah penduduk yang kian banyak meninggalkan Suriah ke negara-negara di sekitarnya,” kata pejabat UNHCR sebagaimana yang dilaporkan oleh VOA dalam situsnya.

 

       UNHCR mengaku tidak dapat mempertahankan programnya dalam jangka waktu yang lama. Mereka membutuhkan bantuan pendanaan dari komunitas internasional.

 

       Data terbaru menunjukkan lebih dari 300.000 pengungsi Suriah telah menyeberang ke Yordania. Rata-rata 1.400 warga Suriah mendaftar setiap hari. Jumlah akan bertambah jika pendaftaran pengungsi mulai beroperasi di Yordania Utara.

 

       Di Libanon, rata-rata 1.500 pengungsi mendaftar setiap hari dan sudah lebih 73.000 pengungsi terdaftar di Irak setta lebih 156.800 terdaftar di Turki.

 

      Dari 278 ribu pengungsi Suriah yang terdaftar di Yordania, Libanon, Iraq dan Mesir, lebih dari separuhnya adalah anak-anak. Menurut data tersebut, satu dari lima keluarga, dikepalai oleh perempuan.

 

       Di sisi lain, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan lebih dari setengah juta pengungsi Palestina di Suriah terperangkap dalam konflik dan mengalami penderitaan.

       “Sementara semua warga sipil di Suriah menanggung beban kekerasan, situasi membuat warga Palestina di Suriah luar biasa,” kata Komisaris UNRWA Jenderal Filippo Grandi dalam sebuah pernyataan. (T/R-011/R-006)

 

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply