RI-ARGENTINA SEPAKAT TINGKATKAN HUBUNGAN EKONOMI

      Jakarta, 4 Rabiul Awal 1434/16 Januari 2013 (MINA) – Indonesia dan Argentina sepakat meningkatkan hubungan ekonomi, ditandai dengan penandatanganan dua memorandum kesepahaman (MoU) dan satu perjanjian saat kunjungan kenegaraan Presiden Argentina Cristina Elisabet Fernandez De Kirchner ke Indonesia pekan ini.

         Kesepakatan peningkatan hubungan ekonomi kedua negara tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa seusai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Argentina, Hector Timerman, di Pejambon, Jakarta, Rabu.

        Menlu Marty mengatakan, dokumen yang akan ditandatangani saat kunjungan kenegaraan Presiden Fernandez De Kirchner di Jakarta hari Kamis (17/1) ialah dua MoU, masing-masing mengenai promosi investasi dan kerjasama bidang pertanian, dan perjanjian bidang perhubungan (pembukaan hubungan penerbangan/flight service).

    Menurut Menlu, dalam kesempatan pertemuan dengan Menlu Hector Timerman itu ia menyampaikan pandangan Indonesia mengenai perlunya penyeimbangan neraca perdagangan kedua negara, di mana Indonesia sementara ini masih mengalami defisit.

         Nilai perdagangan bilateral RI-Argentina tahun 2012 tercatat 1,2 miliar dolar AS dan Indonesia defisit karena besarnya impor kedelai dari negara tersebut.

        Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah, mengatakan, Indonesia dan Argentina  menjalin kerjasama tingkat regional dan global melalui forum  seperti Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC) dan G20. 

       Bagi Indonesia, FEALAC  merupakan wadah  penting untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan negara-negara Amerika Latin, utamanya dalam hal kerjasama ekonomi dan antara-warganegara (people-to-people contact).

       Indonesia-Argentina juga melakukan kerjasama dalam kerangka Selatan-Selatan dengan membantu negara-negara berkembang, antara lain dalam hal kerja sama teknik. Menurutnya, Argentina merupakan salah satu negara Amerika Latin yang terkemuka dengan jumlah penduduk kelas menengah yang terbesar di kawasan tersebut, yaitu lebih dari 18 juta jiwa.

       Pendapatan per kapita Argentina  17.700 dolar AS, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 8,9 persen pada 2011. Berdasarkan potensi tersebut, peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi antara Indonesia dan Argentina menjadi semakin penting, terlebih lagi dengan masih belum pulihnya perekonomian global.
         Kunjungan kenegaraan ke Indonesia ini, merupakan bagian kenegaraan Presiden Argentina ke empat negara, yakni Kuba, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan Vietnam. (L/R-003/R-002/R-006).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply