RIBUAN MUSLIM ROHINGYA LARI KE AUSTRALIA

      Australia, 20 Shafar 1434/2 Januari 2013 (RB/MINA) – Ribuan Muslim Rohingya di Myanmar telah melarikan diri dari negara itu. Meski mereka harus menghadapi risiko yang luar biasa untuk mencapai Australia, dan berusaha menghindari penganiayaan, demikian seperti yang di laporkan Press TV.

      Pemerintah Myanmar menolak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara dan melabel sekitar 800.000 dari minoritas sebagai imigran “ilegal”.
Kelompok Muslim minoritas tersebut telah menghadapi penyiksaan, penelantaran, dan penindasan di Myanmar sejak mencapai kemerdekaan pada tahun 1948.
      Saeed Kazim, seorang Muslim Rohingya yang melarikan diri ke Australia, mengatakan kepada Press TV pada hari Senin, “Militer Burma datang dan menangkap saya. Mereka membawa saya ke sebuah kamp militer. Mereka benar-benar menyiksa saya. Mereka memukuli saya. “
      Pada tanggal 25, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi yang mengungkapkan keprihatinan atas penganiayaan terhadap umat Islam di Myanmar. Resolusi itu mendesak pemerintah Myanmar untuk melindungi semua hak asasi manusia mereka (muslim), termasuk hak mereka atas kewarganegaraan. Resolusi PBB juga menyatakan bahwa ada pelanggaran sistematis hak asasi manusia dan kebebasan dasar di Myanmar.
      Ratusan Muslim Rohingya diyakini telah tewas dan ribuan mengungsi dalam serangan oleh ekstrimis Budha. Serangan itu terutama dilakukan di negara Barat Rakhine.
      Muslim Rohingya menurut catatan adalah keturunan Persia, Turki, Bengali, dan asli Pathan, yang berimigrasi ke Myanmar pada awal abad ke-8.(T/R-020/R-008).

 

Miraj News Agency (MINA)

Leave a Reply