RUSIA IJINKAN PEKERJA WANITA PAKAI JILBAB

      https://mail-attachment.googleusercontent.com/attachment/u/0/?ui=2&ik=96ba217c9c&view=att&th=13c380de38af431c&attid=0.1&disp=inline&realattid=f_hbxbgsrn0&safe=1&zw&saduie=AG9B_P9FqISbrRkEBNfHLw5JSvpE&sadet=1358151648629&sads=YbK0Ss7wydbOs96hPIi9hXcPF-AMoskow, 2 Rabiul Awwal 1434/13 Januari 2013 (IINA/MINA) – Muslimah ekspatriat yang bekerja di Rusia akan diizinkan untuk memakai jilbab di kartu identitas mereka, ini merupakan sebuah langkah positif awal setelah berbulan-bulan terjadi perdebatan jilbab di Rusia .
     “Hasil keputusan tersebut mengatakan bahwa dibolehkannya mengambil foto dari orang-orang yang mengenakan pakaian kepala (jilbab) berdasarkan keyakinan agama mereka bahwa tidak boleh menampakkan bagian kepala kepada orang yg asing (bukan muhrim),” kata Interfax mengutip dari juru biacara layanan migrasi Zalina Kornilova.
      Perintah tersebut menetapkan aturan baru tentang memotret dan sidik jari bagi orang asing yang mencari kerja atau mengajukan pendaftaran paten di Rusia. Keputusan itu dikeluarkan berkaitan dengan putusan tahun 2003 sebelumnya oleh Mahkamah Agung Rusia yang diterima banding terhadap larangan Kementerian Dalam Negeri pada foto resmi yang menggunakan penutup kepala.
      Kornilova menambahkan bahwa aturan yang diterapkan pada perempuan Muslim ekspatriat adalah berlaku sama seperti paspor Rusia. “Ini adalah kriteria yang sama dengan foto-foto untuk paspor Federasi Rusia,” katanya. “Kebebasan ibadah dijamin oleh Konstitusi Federasi Rusia dan perjanjian internasional tentang hak asasi manusia.”
     Islam menganjurkan hijab sebagai perintah wajib dalam berpakaian, bukan simbol agama atau menampilkan afiliasi seseorang. Adapun cadar, mayoritas ulama muslim percaya bahwa seorang wanita tidak wajib menutupi wajahnya atau tangan. Bagaimanapun para ulama percaya bahwa keputusan memakai cadar atau tidak terserah kepada keyakinan perempuan.
      Federasi Rusia adalah rumah bagi sekitar 23 juta Muslim di utara Kaukasus dan selatan Republik Chechnya, Ingushetia dan Dagestan. Islam adalah agama terbesar kedua di Rusia yang mewakili sekitar 15 persen dari 145 juta penduduknya yang mayoritas agamanya adalah Ortodoks.
     Pemakaian jilbab memicu kontroversi di Rusia pada Oktober lalu setelah lima mahasiswi Muslim dilarang menghadiri kelas di desa Kara-Tyube di wilayah Stavropol selatan. Meskipun mereka pada awalnya diizinkan untuk menghadiri sekolah pada bulan September ketika mengenakan jilbab, namun tak lama kemudian mereka diberitahu bahwa mereka tidak akan diizinkan masuk kecuali mereka menanggalkan jilbab mereka. Pada saat itu, Putin mendukung melarang jilbab di sekolah-sekolah.(T/R-009/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply