SANDERA DAN PENCULIK TEWAS DI ALJAZAIR

    Aljazair, 6 Rabiul Awwal 1434 H/18 Januari 2013 (MINA) – 34 sandera dan 15 penculik tewas di selatan Aljazair. Peristiwa yang terjadi pada hari Kamis itu terjadi sehari setelah puluhan orang asing dan warga Aljazair disandera oleh pejuang bersenjata dekat lapangan gas Amenas.

   Para pejuang mengatakan mereka merebut sandera sebagai pembalasan atas Aljazair yang mengijinkan Perancis menggunakan wilayah udaranya untuk meluncurkan operasi terhadap oposisi di utara Mali. Juru bicara militan mengatakan kepada kepada kantor berita ANI bahwa yang bertanggung jawab atas penculikan pada Rabu adalah pemerintah Aljazair karena telah menyerang konvoi yang mengangkut sandera dan penculik.
   Menurut sumber Kantor berita resmi Aljazair APS yang dikutip oleh MINA mengatakan jumlah orang tewas dalam upaya penyelamatan oleh militer itu belum diketahui. Dilaporkan hampir 600 pekerja Aljazair dan empat sandera asing – dua warga Inggris, seorang warga Prancis dan Kenya – telah dibebaskan selama operasi. Kementerian luar negeri Irlandia mengatakan seorang pria Irlandia juga telah dibebaskan.
   Media Aljazair melaporkan bahwa 15 orang asing dan 30 warga Aljazair telah berhasil melarikan diri. Juru bicara militan mengatakan bahwa Abou el-Baraa, pemimpin para penculik, termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan helikopter. Dia mengatakan para pejuang akan membunuh sisa tawanan mereka jika tentara mendekat.
   Aljazair telah menolak untuk berunding dengan sebuah kelompok yang terdiri dari sekitar 20 pejuang. Menteri Dalam Negeri Aljazair Daho Ould menepis teori bahwa para pejuang datang dari Libya, 100 km jauhnya, atau dari Mali lebih dari 1.000 km jauhnya. Dia mengatakan kelompok bersenjata tersebut berasal dari Aljazair sendiri, beroperasi atas perintah dari Moktar Belmoktar, seorang tokoh al-Qaeda di Sahara.
   Kantor berita ANI, yang secara terus-menerus melakukan kontak dengan penculik yang berafiliasi ke al-Qaeda itu, mengatakan tujuh sandera masih ditahan: dua orang Amerika, tiga orang Belgia, satu orang Jepang dan satu warga Inggris.
   Norwegia, Perancis, Rumania dan warga Malaysia juga di antara mereka yang disandera. Gedung Putih mengatakan mereka yakin warga Amerika termasuk di antara para sandera dan akan mencari tahu tentang laporan korban jiwa. “Ini merupakan situasi yang sedang berlangsung dan kami sedang mencari kejelasan,” kata juru bicara Jay Carney kepada wartawan.
   Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Minoru Kiuchi, yang kini di Aljazair, mendesak pemerintah Aljazair untuk segera mengakhiri operasi militer. Inggris tidak diberitahu sebelumnya dari operasi pemerintah Aljazair untuk melepaskan sandera dan lebih suka diberitakan nanti, juru bicara Perdana Menteri David Cameron mengatakan.
   Seorang warga Inggris termasuk di antara dua orang tewas pada Rabu, setelah pejuang melancarkan penyergapan sebuah bis yang membawa karyawan dari pabrik gas ke bandara terdekat. Lapangan gas Amenas secara bersama-sama dioperasikan oleh raksasa minyak Inggris BP, Norwegia Statoil dan Sonatrach Aljazair.
   Perancis meluncurkan serangan besar terhadap kelompok oposisi Ansar al-Dine di Mali pada 11 Januari untuk mencegah mereka maju ke ibukota, Bamako. Aljazair telah lama memperingatkan terhadap intervensi militer terhadap pemberontak, karena dikhawatirkan kekerasan bisa meluas ke perbatasan.(T/R-009/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply