SEJUTA ORANG PENGUNGSI SURIAH TERANCAM KELAPARAN

       Suriah, 28 Shafar 1434/10 Januari 2012 (MINA/AL-JAZEERA) – Sekitar satu juta orang pengungsi Suriah mengalami kelaparan karena sulitnya mendapatkan pasokan bahan makanan, akibat konflik senjata di negerinya selama hampir 21 bulan berlangsung.
       Menurut Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, sekitar 60.000 orang tewas selama dalam konflik antara pasukan Presiden Bashar Al-Assad melawan pihak oposisi.
       Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) menyatakan pihaknya masih siap membantu 1,5 juta warga Suriah, walau masih terus berupaya menutupi kekurangan bahan makanan. WFP terkendala dengan tidak dapat digunakannya Pelabuhan Tartus, sehingga bantuan makanan bagi pengungsi terhambat.

      WFP membagi-bagikan bahan makanan roti dan bahan bakar kepada pengungsi Suriah dalam jangka pendek.
      “Dalam pembagian pasokan makanan terjadi antrian panjang pembagian roti oleh pengungsi Suriah, apalagi kekurangan tepung terigu di sebagian besar negara akibat kerusakan pabrik di wilayah konflik Aleppo,“ ujar sumber WFP.
      Menurut juru bicara WFP Elisabeth Byrs, situasi konflik di Suriah semakin kritis sehingga WFP menarik stafnya keluar dari kantornya di Homs, Aleppo, Tartus dan Qamisly.
Pada akhir 2012, terjadi peningkatan yang cukup tajam serangan terhadap truk bantuan WFP, sementara di sisi lain, badan dunia ini juga kekurangan bahan bakar, tambahnya.
      Bulan lalu PBB menyerukan 1,5 miliar dolar AS untuk membantu jutaan warga Suriah yang terkena krisis kemanusiaan.
      Empat juta orang di negeri ini membutuhkan bantuan kemanusiaan mendesak, termasuk dua juta orang mengungsi dari rumah mereka akibat daerahnya dibom dan dikuasai oposisi.
      Sementara itu, pengungsi Suriah daerah Jordania mulai menghadapi situasi hidup buruk akibat kerusuhan antara relawan kemanusiaan yang mendistribusikan bantuan dengan pengungsi.
      Bentrokan pecah di kampung Zaatari pada selasa pagi (8/1) setelah hujan lebat, sementara cuaca dingin memperburuk penderitaan para pengungsi di sana.
      “Insiden itu dimulai ketika sejumlah besar pengungsi antrian berebut makanan,” kata Nisreen El-Shamayleh.
      Dia menambahkan bahwa para pengungsi mulai kesulitan karena cuaca dingin dan hujan yang melanda beberapa tenda pengungsi. 
      WFP mengatakan mereka menghadapi kesulitan dalam memberikan bantuan makanan dan bantuan kepada seluruh pengungsi Suriah, karena kesulitan membagikan makanan dan kekurangan pasokan bahan makanan dari pelabuhan. (T/R-016/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply