SEKJEN PBB TEGASKAN PERMUKIMAN ISRAEL ADALAH ILEGAL

     New York, 4 Rabiul Awal 1434/16 Januari 2013 (MINA) – Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon telah mengulangi seruannya kepada para pejabat Israel untuk menghentikan pekerjaan konstruksi di daerah E1 di Tepi Barat yang diduduki, Washington Post melaporkan.

    Juru bicara PBB Eduardo Del Buey kepada MEMO, yang dikutip Miraj News Agency (MINA) mengatakan bahwa PBB khawatir akan rencana pembangunan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di daerah tersebut.
    Ban juga menegaskan bahwa permukiman Israel di Tepi Barat adalah ilegal menurut hukum internasional sebagai tanah yang sedang diduduki oleh Israel, namun dimiliki oleh warga Palestina yang ingin memasukkannya ke dalam negara mereka.
    Daerah E1 ini terletak di timur laut dari Yerusalem bersama pemukiman Adumim besar Ma’ale Israel. Sebuah rencana untuk membangun sekitar 15.000 unit pemukiman dengan utilitas petugas mereka. Pembangunan yang terakhir itu meliputi kantor besar polisi, zona industri, hotel, tempat pembuangan sampah dan kuburan besar untuk digunakan bersama oleh Yerusalem dan Ma’ale Adumim.
    Pemerintah juga berniat untuk memasukkan pemukiman Adumim Ma’ale dalam kota “Yerusalem yang lebih besar”. Seperti rencana pertama kali diterapkan oleh Perdana Menteri Israel yang terakhir  Yitzhak Rabin dan kemudian didukung oleh Ehud Barak.
    Pembangunan tahap awal sedang berlangsung hingga pemilihan umum Israel, Netanyahu telah berjanji untuk terus maju dengan itu.
    Menurut Mr del Buey, Sekjen PBB juga mengatakan bahwa protes Palestina di daerah damai harus dihormati. Palestina mendirikan sebuah kamp protes di mana konstruksi Israel di wilayah E1 berlangsung, namun polisi Israel dan tentara menghancurkannya pada Minggu. (T/R-012/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

 

Leave a Reply