DUBES PALESTINA : SOLUSI HANYA SATU NEGARA

Wawancara Khusus dengan Dubes Palestina untuk Indonesia Fariz N. Mehdawi

Surabaya, 1 Rabiul Awwal 1433/13 Januari 2013. (MINA) – Duta Besar Palestina untuk Indonesia Faris Navi Mehdawi menyatakan hanya ada satu negara yaitu Palestina. Hal itu karena Palestina adalah hak warga Palestina, sementara Israel adalah bangsa penjajah yang datang merebut tanah hak milik Palestina. Selengkapnya, berikut wawancara wartawan Kantor Berita Islam Mi’raj News Agency (MINA), Widi Kusnadi, dengan Dubes Palestina, di Surabaya, Ahad, 13/1.

Setelah Palestina diakui PBB sebagai negara peninjau nonanggota, apa langkah selanjutnya yang akan ditempuh Palestina?

Palestina akan bekerja sama dengan berbagai organisasi di dunia untuk membangun kembali Palestina yang saat ini hancur oleh serangan Israel. Ada lebih dari 69 organisasi dari berbagai negara termasuk yang berada di bawah PBB yang siap membantu pembangunan di Palestina. Kami memang memerlukan  rekonstruksi perbaikan semua aspek negeri Palestina.

Apakah termasuk rencana mengadakan Pemilu Palestina?

Kami masih memerlukan waktu untuk mempersiapkan Pemilu itu. Mulai dari persiapan keamanan, infrastruktur dan kondisi psikologi dari rakyat Palestina itu sendiri yang menjadi fokus utama kami. Paling tidak kami perlu waktu sekitar 5-7 bulan lagi.

Bagaimana dengan rencana Pemilu Israel, apa dampaknya bagi Palestina?

Dampaknya adalah pada kebijakan yang dijalankan oleh pemimpinnya. Tetapi kami tidak terlalu berharap banyak dari pemimpin Israel. Sejarah mencatat semua pemimpin Israel sangat kejam terhadap rakyat Palestina. Jadi mereka bekerja untuk diri mereka sendiri dan kami harus berjuang untuk hak dan kemerdekaan rakyat kami.

Bagaimana proses rekonsiliasi Hamas-Fatah yang difasilitasi Mesir kemarin?

Pertemuan tersebut sangat strategis untuk kemajuan perjuangan Palestina. Salah satunya adalah adanya kesepakatan untuk mengadakan pemilu nasional di Palestina. Hamas dan Fatah telah menunjukkan kepada dunia bahwa mereka dapat bersatu dan bekerja sama dalam perjuangan Palestina. Hal itu pun dibuktikan sebelumnya dengan perayaan ulang tahun Fatah yang di selenggarakan di Gaza. Begitupun sebaliknya, beberapa waktu sebelumnya, Hamas mengadakan acara besar-besaran di Tepi Barat.

Mesir cukup penting dan berperan bagi Palestina, bagaimana dengan gejolak di negeri-negeri lainnya sekitar Palestina?

Situasi negara-negara di sekitar Palestina sebenarnya menggambarkan kekuatan bangsa Arab. Kalau mereka selama ini sibuk dengan urusan dalam negeri mereka, Israel akan menganggap bahwa kekuatan dunia Arab sangat lemah dan tidak akan mampu membantu perjuangan Palestina. Kami sangat berharap negara-negara tetangga kami seperti Suriah, Jordania, Mesir, dan lainnya mampu mengatasi persoalan dalam negeri mereka, dan secara bersatu menghadapi Israel yang selama ini menjajah Palestina. Dukungan negaa-negara Arab sangat diperhitungkan oleh Israel.

Israel senang dengan perundingan, tapi selalau melanggarnya. Apakah solusi dua negara Palestina dan Israel dapat menjadi solusi perdamaian?

Saya tidak bisa memprediksinya secara pasti. Tetapi kalau kita lihat dari sejarah Afrika Selatan misalnya, mereka terjajah, tetapi berkat perjuangan mereka akhirnya merdeka. Di sana hanya ada satu negara yaitu Afrika Selatan. Begitupun di Palestina saat ini. Solusinya hanya ada satu negara yaitu Palestina. Mengapa? Karena Palestina adalah hak kami warga Palestina. Israel datang sebagai penjajah yang merebut tanah kami.

Rasanya sulit Palestina dan Israel akan bisa hidup damai dengan solusi dua negara (two state solution) kerena mereka akan selalu merebut dan menjajah tanah kami. Akan tetapi kalau negara Palestina sudah merdeka secara mutlak, mungkin akan ada kebijakan khusus mengenai warga Yahudi Israel yang ada di tanah Palestina.(MINA/L.R.025/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply