SOSIALISASI PRODUK HALAL PERLU PERAN MEDIA

      Jakarta, 5 Rabiul Awwal 1434/17 Januari 2013. (MINA) – Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Ir. Osmena Gunawan mengatakan, dalam sosialisasi produk berlebel halal kepada masyarakat sangat memerlukan peran media massa, katanya kepada Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta, Kamis (17/1).
     “Perlu peran lebih besar lagi dari media massa dalam sosialisasi produk berlebel halal, sehingga masayarakat memiliki kesadaran tentang pentingnya produk berlebel halal,” ujar Oesmena.

    Menurut Osmena, dalam sosialisai produk berlebel halal memang memerlukan waktu, karena ternyata tidak semua masyarakat di Indonesia memahami pentingnya makanan halal.
     Padahal di dunia internasional, produk berlebel halal menjadi suatu yang penting bagi ketenangan memilih produk bagi pendatang asing, terutama para wisatawan muslim yang masuk ke suatu negara, ungkapnya.
     Osmena mencontohkan, di Belanda saja ada pelabuhan khusus produk halal. Sementara di pelabuhan Indonesia belum ada.
   Untuk itu, media menjadi terasa penting mengingat penduduk Indonesia yang mayoritas muslim sangat memerlukan informasi produk halal sebagai panduan dalam melaksanakan perintah Allah, paparnya.
     Menurutnya, sosiliasasi produk halal bukan hanya untuk masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga penting untuk produsen makanan. Justru di sini secara teknis lebih sulit lebelisasi produk halal bagi perusahaan yang baru berkembang, karena belum adanya menejemen perusahan dalam penerapan sosialisasi sertifikasi halal.

Pentingnya Halal
     LPPOM MUI merupakan lembaga yang bertugas untuk meneliti, mengkaji, menganalisa dan memutuskan apakah produk-produk yang beredar sepetti pangan, obat-obatan dan kosmetika aman, halal dan baik untuk dikonsumsi masyarakat, khususnya untuk umat muslim di wilayah Indonesia.
     Lembaga yang didirikan MUI tanggal 26 Jumadil Awal 1409 Hijriah atau 6 Januari 1989 ini dalam usia ke-24, telah mengeluarkan sedikitnya 5.896 sertifikat halal. Jumlah produk mencapai 97.794 item dari 3561 perusahaan. Angka tersebut bisa lebih jika ditambah dengan sertifikat halal yang dikeluarkan LPPOM MUI Daerah yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia.
     Menurut Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim, lembaganya terus berupaya mendidik dan menyadarkan masyarakat untuk senantiasa mengkonsumsi produk halal, yang merupakan kewajiban bagi umat Islam.
     “Ini dapat menjaga ketenteraman batin umat dengan adanya sertifikasi produk halal,” ujar Lukmanul pada Milad LPPOM MUI di Jakarta, Selasa (8/1/2013).
    Namun, menurutnya, ketenteraman umat akan produk halal belum sepenuhnya terpenuhi oleh produsen makanan, mengingat belum seluruh produsen memiliki kepedulian produk halal. Juga mungkin karena pemberlakuan sertifikasi halal masih bersifat sukarela, sehingga tidak ada kewajiban bagi produsen atau pedagang untuk mengajukan sertifikasi halal, paparnya. (L/R-015/R-026/R-005).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply