STRATEGI IPTEK INDONESIA BELUM SEJALAN DENGAN INDUSTRI

      Jakarta, 17 Rabiul Awal 1434/29 Januari 2013. (MINA). Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dudi Hidayat mengatakan, strategi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia dinilai belum sejalan dengan strategi industri. 
      Hal ini mengakibatkan pengembangan teknologi di Indonesia berjalan sangat lamban, kata Dudi di Jakarta, Selasa (29/1).
      Menurutnya, penerapan hasil riset teknologi pada sektor industri masih sangat rendah. Dua sektor tersebut, teknologi dan industri, seolah tidak berjalan beriringan. Padahal integrasi bisa menjadi kunci pesatnya pertumbuhan industri.
            “Pemerintah harus menyadari pentingnya strategi iptek dalam pengembangan industri nasional,” ujarnya.
      Prof Husein Avicenna Akil, Kepala Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek) LIPI mengatakan, perlu mencontoh pendekatan yang sesuai dengan kondisi Indonesia, sepeti Korea Selatan.
      “Dengan pengembangan inovasi iptek, Indonesia tidak akan selamanya menggantungkan pada teknologi asing,” ujarnya.
      Menurutnya, langkah pengembangan teknologi Korea Selatan patut ditiru, meskipun tidak mudah. Pendekatan yang digunakan oleh Korea Selatan dapat digunakan, terutama bagi negara-negara yang memiliki kapasitas yang lemah dalam merumuskan kebijakan.
      Guna menyelaraskan inovasi iptek dan kebijakan indutsri, LIPI mengadakan Seminar APEC Research & Technology 2013, bertajuk ”Science Technology Innovation Strategy Development in Practice”, di Jakarta 28 Januari hingga 1 Februari  2012.
      Hadir dalam seminar di antaranya Dr. Jeong Hyop Lee, Director Center for STI Development-Science and Technology Policy Institute (STEPI) Korea Selatan sekaligus Director Program for ART 2013 dan Dr. Teguh Raharjo Deputi Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). 
      Peserta seminar berasal dari Amerika Serikat, Cina, Rusia, India, Prancis, Meksiko, Kanada, Australia, Papua Nugini, Cile, Taiwan, Laos, Iran, Nepal, Bangladesh, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Jepang. (T/R1).
 
Mi’raj News Agency (MINA)
 

Leave a Reply