SUSWONO: HARUS ADA EMPATI UNTUK NEGARA MISKIN

       Jakarta, 13 Rabiul Awal 1434/25 Januari 2013 (MINA) – Menteri Pertaninan Suswono mengatakan banyak negara maju kelebihan pangan sementara di negara lain masih banyak yang kekurangan, sehingga harus ada  empati  agar kesetaraan pangan tercapai.

   “Negara yang kelebihan pangan jangan menyia-nyiakan makanan tetapi mengurangi sebagian konsumsi dan membagikannya ke negara-negara yang membutuhkan,” kata Suswono di sela-sela konferensi Asia Pasific Economic Coorperation (APEC) 2013 di Jakarta, Jum’at (25/1).
    Ia menambahkan, Konferensi APEC ini diharapkan menjadi forum kebersamaan dalam menyelesaikan masalah pangan tersebut, dan tentunya semua pihak harus bekerja sama.
    APEC merupakan forum kerja sama ekonomi kawasan Asia Pasific-Rim  yang didirikan pada 1989. Anggotanya terdiri dari 21, antara lain; Australia, Brunei, Kanada, Chili, Cina, Hongkog, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Malasyia, Meksiko, Selandia Baru, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rusia, Siangpura, Taipei Cina, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam.
    Kali ini, Indonesia kembali menjadi tuan rumah APEC 2013 setelah sebelumnya pada 1994 yang melahirkan Bogor Goals, yang menjadi dasar perdagangan terbuka dan investasi di kawasan Asia Pasifik. Bogor Goals memiliki target kerangka waktu penerapan penuh perdagangan serta investasi bebas pada 2010 untuk ekonomi maju dan tahun 2020 bagi  ekonomi berkembang.
    APEC 2013 yang dilaksanakan sejak 25 Januari hingga 7 Februari 2013 ini bertema “Asia Pasifik Tangguh, Mesin Pertumbuhan Global” dan akan mengangkat seputar perwujudan Bogor Goals, mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan merata, serta memperkuat konektivitas.(L/P10/P20/R08).

 

 

 

 

Leave a Reply