TAHANAN MUSLIM AS MENANGKAN HAK SHALAT DI PENJARA

      https://mail-attachment.googleusercontent.com/attachment/u/0/?ui=2&ik=96ba217c9c&view=att&th=13c357d8d6848e66&attid=0.1&disp=inline&realattid=f_hbwlvc8e0&safe=1&zw&saduie=AG9B_P9FqISbrRkEBNfHLw5JSvpE&sadet=1358115927165&sads=Vww-OyiUVKLc5TBFzQyOkqZXAG0&sadssc=1Los Angeles, 2 Rabiul Awal 1434/14 Januari 2013 (MINA) – Seorang hakim federal AS memberikan  hak  kepada warga Amerika Muslim yang dipenjara untuk melakukan shalat berjama’ah setiap hari.
     Hakim Distrik AS Jane Magnus-Stinson memerintahkan para petinggi di penjara federal Terre Haute, Indiana, untuk memberikan John Walker Lindh melakukan shalat dengan tahanan Muslim lainnya, berdasarkan  laporan Los Angeles Times  yang dikutip OnIslam.net sebagaimana diterima Kantor Berita Mi’raj (MINA) Senin (14/1).
     Sebelumnya Petugas penjara mengatakan pihaknya melarang tahanan melakukan shalat berjama’ah demi alasan keamanan, namun Hakim memutuskan larangan tersebut melanggar undang-undang federal dalam melindungi hak-hak keagamaan narapidana.
     Lindh yang lahir di Amerika Serikat, telah di penjara sejak tahun 2002 dan menjalani hukuman 20 tahun penjara karena berjuang di Afghanistan, dan dilarang melakukan shalat berjamaah dengan tahanan Muslim lainnya.
     Lindh  yang dijuluki “Taliban Amerika” mengeluhkan larangan melaksanakan shalat berjamaah lima waktu karena melanggar haknya dalam mempraktikkan agama.
     Hakim AS mendukung argumennya, mengatakan Lindh  adalah tahanan “berisiko rendah” yang melakukan kejahatan kecil atau pelanggaran tanpa kekerasan.
     Hakim mengatakan tahanan lain diijinkan untuk keluar dari sel mereka hampir sepanjang hari dan bisa bermain kartu, menonton televisi dan olahraga.  “Meskipun tidak ada peristiwa yang kacau akibat ibadah kelompok kecil itu, perkelahian terjadi seputar perebutan remote TV dan ketika korban sedang membaca,” kata hakim.
     Keputusan tersebut datang setelah gugatan yang diajukan Persatuan Kebebasan Sipil Amerika Indiana atas nama Lindh yang mengatakan penjara memiliki audio dan video yang canggih di tempat itu untuk memantau kegiatan tahanan.
     Hakim memberikan para sipir penjara 60 hari untuk membuat  kebijakan baru tentang ibadah Muslim itu.(T/R-010/R-008).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply