AS TARIK PASUKAN DI AFGHANISTAN 2014

     Washington, 28 Safar 1434 H/10 Januari 2013 (First Post/MINA) – Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan berencana akan menarik mundur seluruh pasukan AS di Afghanistan Desember 2014. Walaupun seperti disebutkan Pentagon bahwa ribuan tentara mungkin masih ditinggalkan untuk menahan Al-Qaeda dan untuk memperkuat pasukan Afghanistan.

    Masalah tersebut akan menjadi pembicaraan utama pekan ini ketika Presiden Afghanistan Hamid Karzai bertemu dengan Presiden Barack Obama dan Menteri Pertahanan Leon Panetta untuk membahas langkah-langkah membangun suatu kemitraan abadi pada 2014.  
    “AS tidak memiliki tujuan untuk menempatkan jumlah tertentu dari pasukannya di Afghanistan,” kata Ben Rhodes, seorang wakil penasehat keamanan nasional Gedung putih. “Kami memiliki tujuan memastikan tidak ada tempat yang aman bagi Al-Qaeda di Afghanistan dan memastikan bahwa pemerintah Afghanistan memiliki pasukan keamanan yang cukup untuk menjamin stabilitas pemerintah Afghanistan.”
    Setidaknya AS kini memiliki 66.000 tentara di Afghanistan, turun dari jumlah sebelumnya pada 2010 sekitar 100.000 pasukan . AS dan sekutu NATO telah sepakat pada bulan November 2010 mereka akan menarik semua pasukan tempur pada akhir 2014, namun mereka belum memutuskan apa misi berikutnya dan berapa banyak jumlah tentara yang masih diperlukan.
    Panetta mengatakan sebagian pasukan AS di Afghanistan setelah 2014 masih diperlukan, apalagi diperlukan untuk melatih pasukan Afghanistan. Dia mendukung pilihan sekitar 9.000 tentara masih akan tetap tinggal di negara itu.
    Pejabat administrasi dalam beberapa hari terakhir mengatakan sedang mempertimbangkan berbagai pilihan kehadiran pasukan AS, sedikitnya 3.000 atau paling banyak 15.000 pasukan.
    Ditanya dalam konferensi pers dengan wartawan apakah penarikan total sekarang menjadi pilihan, Rhodes mengatakan, “Itu akan menjadi pilihan, kita akan mempertimbangkan.”
    Karzai dijadwalkan bertemu pada hari Kamis dengan Panetta di Pentagon dan dengan Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton di Departemen Luar Negeri.
    Karzai dan Obama telah berselisih mengenai berbagai masalah, termasuk permintaan AS bahwa setiap tentara Amerika yang akan tetap di Afghanistan setelah misi tempur berakhir diberikan kekebalan dari tuntutan oleh hukum Afghanistan. Karzai menolak hal itu, walaupun mengatakan tetap memerlukan kehadiran pasukan AS untuk mempertahankan kekuatan keamanan yang efektif setelah 2014.
    Dalam pengumuman bulan lalu di Kabul, Karzai menjelaskan bahwa ia telah menerima undangan Obama untuk mengunjungi Gedung Putih.
    “Beri kami tentara yang baik, kekuatan udara yang baik dan kemampuan untuk memproyeksikan kepentingan Afghanistan,” kata Karzai, dan ia dengan senang hati akan membalasnya dengan mengurangi jalur untuk kekebalan hukum bagi pasukan AS.
    Tanpa menyebutkan kekebalan bagi pasukan AS, penasihat tinggi militer yang menangani masalah Afghanistan, Doug Lute, mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa Afghanistan harus memberikan AS kewenangan pasti jika ingin pasukan AS tetap berada di sana.
    “Seperti yang kita ketahui dari pengalaman sewaktu di Irak,  jika tidak ada kewenangan yang diberikan oleh negara berdaulat, maka tidak ada ruang untuk tindak lanjut pada misi militer AS,” kata Lute. Dia merujuk pada negosiasi tahun 2011 dengan Irak yang berakhir tanpa kesepakatan untuk memberikan kekebalan hukum kepada tentara AS yang akan tinggal untuk membantu melatih pasukan Irak. Akibatnya, tidak ada tentara AS yang berada di Irak.
    David Barno, mantan komandan pasukan AS di Afghanistan dan sekarang seorang pejabat senior di Pusat Keamanan Amerika, menulis pada awal pekan ini, perdebatan sengit berlangsung dalam pemerintahan mengenai jumlah minimal pasukan di Afghanistan setelah 2014 nanti.
    Dalam sebuah opini di laman ForeignPolicy.com Senin, Barno mengatakan “pilihan nol pasukan” adalah kurang mungkin, tanpa pengaruh pasukan AS belum tentu bisa mempertahankan stabilitas. Afghanistan mungkin kembali ke dalam kerusuhan. 
    Rhodes mengatakan Obama fokus pada dua hal utama di Afghanistan, memastikan bahwa negara itu tidak kembali menjadi tempat berlindung bagi Al-Qaida serta memastikan pemerintah setempat dapat mempertahankan diri.
    “Itulah yang menyebabkan kita untuk menetapkan sejumlah pasukan di negeri ini,” kata Rhodes.
    Rhodes mengatakan Obama tetap berkomitmen untuk mengurangi pasukan AS tahun ini, meskipun jumlah penarikan tidak ditentukan beberapa bulan. Tahun lalu militer AS menarik 23.000 tentara dari Afghanistan atas perintah Obama.(T/R-009/R-008/R-005).

Miraj News Agenyc (mina)

Rate this article!

Leave a Reply