TENTARA ISRAEL HANCURKAN BANGUNAN DI YERUSALEM TIMUR

     Yerusalem, 17 Rabiul Awal 1434/29 Januari 2013 (MINA) – Tentara Israel menghancurkan sedikitnya empat bangunan dan jaringan limbah di lingkungan Yerusalem Timur Silwan Senin pagi (28/1), kata penduduk setempat.

    Seorang saksi mengatakan kepada kantor berita Ma’an yang dikutip MINA (29/1), buldoser meratakan tanah dan menumbangkan pohon-pohon zaitun untuk mengakses lokasi penghancuran itu sehingga menutup semua jalan-jalan sekitarnya.
    Penghancuran itu, tak lama setelah sholat Subuh, memicu bentrokan dengan penduduk setempat. Para saksi mata mengatakan beberapa pemuda ditahan polisi Israel, termasuk pemuda yang bernama Khalid al-Zeir dan Firas Awad. Seorang juru bicara polisi Israel tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.
    Penduduk Silwan Abdul Munim-Shuweiki mengatakan para tentara Israel menghancurkan pagar dan menumbangkan 10 tahun pohon zaitun untuk memasuki tanahnya.
    Ia mengatakan kepada Pusat Informasi Wadi Hilweh Silwan buldoser menghancurkan garasi dan sebuah bangunan baja serta merusak tangga luarnya.
    Ahmad Simrin yang memiliki tanah di daerah tersebut, mengatakan buldoser Israel meratakan beberapa bagian  tanah miliknya dan menghancurkan jaringan limbah.
    Simrin mengatakan kepada Pusat Informasi Wadi Silweh tersebut ia menunjukkan kepada seorang komandan Israel  sebuah akta yang dibuat pada 1892,  di mana membuktikan tanah itu milik kakeknya Awad Simrin. Israel tidak menerima akta itu dan menegaskan daerah itu adalah sebuah taman nasional.
    Buldoser Israel juga menghancurkan ruangan  beratap seng di lingkungan yang dibangun pada 1956, kata pemilik, Faraj Shukeir. Penghancurkan juga merusak ruangan tua dan halaman depan rumah itu.
    Pasukan Israel kemudian menghancurkan sebuah rumah baru, dibangun sebelas tahun yang lalu dan dihuni empat keluarga, milik Ayman Shukeir.
    Silwan yang berdekatan dengan kota tua Kubah Batu dan Tembok Barat dihuni sejumlah rumah pemukim di bawah penjagaan ketat Israel dan menjadi  tempat yang sering terjadi bentrokan dengan  tentara Israel yang menargetkan penduduk Palestina.
    Israel bersikeras Jerusalem adalah modal “abadi dan tak terpisahkan” dan mencaplok sektor timur kota tersebut setelah perang 1967 dalam sebuah gerakan yang tidak pernah diakui masyarakat internasional.
    Untuk Palestina, Yerusalem Timur merupakan ibukota negara yang dijanjikan.(T/P10/R2).

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply