ISRAEL LARANG PEJABAT PALESTINA MASUKI PROYEK PEMUKIMAN YAHUDI

      Betlehem, 1 Rabiul Awal 1434/13 Januari 2013 (MINA) – Tentara Israel  mencegah pejabat Palestina pada Sabtu (12/1) memasuki wilayah  proyek pembangunan pemukiman ilegal E1, Yerusalem Timur, untuk mengunjungi tenda aksi protes yang disiapkan sehari sebelumnya oleh para aktivis.

     “Para tentara memperlakukan kami secara tidak benar dan kejam sebelum mereka memaksa kami kembali ke Ramallah,” kata salah seorang pejabat Palestina Hanan Ashrawi kepada Ma’an, diterima oleh Mi’raj News Agency (MINA) Minggu (13/1).
     Sebuah kendaraan yang membawa Ashrawi dan menteri urusan sosial Palestina Majida al-Masri dihentikan dan diperiksa di pos pemeriksaan, tentara Israel  itu mencegah pejabat memasuki desa Bab Al-Syams di daerah E1 meski memegang kartu kartu identitas Jerussalem.
     Sebelumnya, Ashrawi mengatakan mendukung dan mendorong sepenuhnya upaya perlawanan tanpa kekerasan rakyat terhadap pendudukan Israel, serta memuji para aktivis itu yang telah malukukan aksi dalam melindungi tanah Palestina.
     Al-Masri juga mengucapkan selamat kepada para aktivis atas tindakan mereka dengan mengatakan hal itu menjadi contoh yang harus diikuti di seluruh Tepi Barat.
     “Protes di desa Bab Al-Syams harus diikuti semua warga di wilayah Palestina, seperti di Hebron, Betlehem, Ramallah, Nablus, Tubas, Lembah Jordan, Salfit, Qalqiliya, Jenin, Tulkarem dan Penyelenggara protes tersebut harus mendapat dukungan,” kata Al-Masri.
     Para aktivis Palestina mendirikan lebih dari 25 tenda dan pusat kesehatan di daerah E1 Yerusalem Timur pada Jumat (11/1) untuk memprotes rencana permukiman Israel dan melindungi tanah Palestina dari pencaplokan wilayah.  Tentara Israel memerintahkan kepada aktivis di Bab al-Syams (Gerbang Matahari) untuk menghentikan protes pada Sabtu itu.  Aktivis lokal Abdullah Abu Rahma menyatakan para tentara itu bermaksud menghentikan para pemrotes dengan kekerasan.
     Pejabat Senior Fatah Saeb Erekat mengatakan gerakan Bab Al-Shams berupaya menyelamatkan solusi dua-negara sekaligus ketika Israel bertekad untuk melemahkannya dengan membangun pemukiman ilegal itu.
     Pada Desember 2012, Israel mengumumkan rencana untuk membangun 3.000 rumah pemukim di koridor E1 dekat Yerusalem yang mengundang kecaman luas dari dunia internasional.(T/R-010/R-008). 

Miraj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply